Peristiwa tersebut terekam oleh kamera keamanan pada tanggal 24 Juni di sebuah desa di kota Pu'er (provinsi Yunnan, Cina).
Menurut penduduk setempat, enam gajah liar "mendobrak" sebuah rumah, memakan jagung dan pakan babi di halaman, lalu pergi.
Video : Kawanan 6 gajah liar "mendobrak" sebuah rumah untuk mencari makanan dan kemudian dengan tenang pergi (Sumber: Newsflare).
Diketahui bahwa daerah sekitar desa tersebut merupakan hutan purba, tempat di mana gajah sering terlihat.
Penduduk desa mengatakan mereka sudah lama terbiasa dengan kemunculan gajah di desa, tetapi invasi ke rumah mereka "belum pernah terjadi sebelumnya" dan "sangat berani".
Orang sering mengajukan klaim asuransi jika terjadi kerusakan properti.
Pihak berwenang setempat mengatakan mereka telah menggunakan aplikasi khusus untuk memantau aktivitas gajah secara ketat, sehingga memberikan peringatan tepat waktu kepada masyarakat guna memastikan keselamatan mereka.
Momen kawanan gajah liar "mendobrak" sebuah rumah untuk mencari makanan (Foto dipotong dari video).
Tahun lalu, sebuah video menangkap momen ketika seekor gajah liar menghalangi jalan, menyerang, dan menjungkirbalikkan truk, membuat banyak saksi merinding.
Momen mengerikan itu ditangkap oleh seorang saksi di jalan melalui hutan di pedesaan provinsi Chachoengsao (Thailand), yang memperlihatkan seekor gajah liar menghalangi jalan, lalu tiba-tiba menyerang sebuah truk yang harus berhenti untuk menghindari gajah di depan.
Gajah itu menggunakan kepala dan belalainya untuk menabrak dan membalikkan truk kecil itu tanpa kesulitan berarti. Setelah truk terbalik, gajah itu terus menggunakan belalainya untuk mengendus-endus di sekitar kendaraan, tampaknya mencari makanan di dalamnya.
Orang-orang yang berada di dalam mobil sekitar pun ketakutan saat menyaksikan kejadian tersebut di depan mata mereka dan langsung memutar balik mobilnya untuk mencari jalan agar terhindar dari serangan gajah tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/doi-song/dan-6-con-voi-rung-dot-nhap-nha-dan-kiem-thuc-an-roi-than-nhien-roi-di-20240701170202901.htm
Komentar (0)