Daftar 140 peserta yang dibebaskan dari ujian kelulusan SMA tahun 2023. (Foto ilustrasi) |
Daftar Calon Peserta Dikecualikan dari Ujian Kelulusan SMA Tahun 2023
Pada tanggal 25 Mei 2023, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Resmi 2487/BGDĐT-QLCL tentang pengecualian dari Ujian Kelulusan Sekolah Menengah Atas tahun 2023.
Secara khusus, pada Ujian Seleksi Tim Nasional untuk Olimpiade Internasional 2023, 140 siswa kelas 12 mengikuti ujian, termasuk:
- 35 siswa berpartisipasi dalam ujian Matematika
- 27 siswa mengikuti ujian Fisika
- 25 siswa mengikuti ujian Kimia
- 28 siswa mengikuti ujian Biologi
- 25 siswa mengikuti ujian IT
Sehubungan dengan itu, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan meminta kepada Dinas Pendidikan dan Pelatihan, Perguruan Tinggi, dan Perguruan Tinggi yang memiliki Sekolah Menengah Atas Khusus untuk membebaskan siswa tersebut dari Ujian Kelulusan Sekolah Menengah Atas Tahun 2023 sesuai dengan ketentuan Pasal 36 Ayat 1 Peraturan yang diterbitkan bersama dengan Surat Edaran Nomor 15/2020/TT-BGDDT (sebagaimana diubah dalam Surat Edaran Nomor 05/2021/TT-BGDDT dan Surat Edaran Nomor 06/2023/TT-BGDDT).
Kasus yang dikecualikan dari ujian kelulusan SMA pada tahun 2023
Sesuai dengan Peraturan, kasus-kasus berikut akan dikecualikan dari semua ujian ujian kelulusan sekolah menengah atas:
(1) Peserta yang dipanggil untuk mengikuti ujian seleksi tim nasional mata pelajaran budaya Olimpiade Internasional atau Olimpiade Regional dibebaskan dari semua ujian kelulusan SMA apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Dipanggil ke semester 2 kelas 12;
- Kelas 12 memiliki perilaku baik dan prestasi akademik yang baik;
- Nama yang tercantum dalam daftar pengecualian dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.
(2) Anggota tim yang berpartisipasi dalam Olimpiade sains, teknologi, budaya, dan seni tingkat internasional atau regional dibebaskan dari semua ujian kelulusan SMA jika memenuhi persyaratan berikut:
- Dipanggil ke semester 2 kelas 12;
- Perilaku dan prestasi akademik siswa kelas 12 berada pada peringkat rata-rata atau lebih tinggi;
- Cantumkan nama Anda dalam surat resmi permohonan pengecualian ujian dan konfirmasi kehadiran Anda dalam pelatihan serta mengikuti ujian sesuai dengan ketentuan lembaga seleksi yang dikirimkan ke Departemen Pendidikan dan Pelatihan sebelum tanggal ujian kelulusan sekolah menengah atas.
(3) Orang dengan disabilitas sangat berat dan orang dengan disabilitas berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Ayat 1 dan Ayat 2 Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2012/ND-CP; pejuang perlawanan yang terinfeksi bahan kimia beracun dengan penurunan kapasitas kerja 61% atau lebih; anak pejuang perlawanan yang terinfeksi bahan kimia beracun yang mengalami penurunan kapasitas kerja 61% atau lebih, wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
- Bagi penyandang disabilitas yang menempuh pendidikan pada program pendidikan umum: Telah menyelesaikan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA); berhak mengikuti ujian sesuai ketentuan Pasal 12 Ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor ED 15/2020/TT-BGDDT; memiliki surat keterangan disabilitas dari pejabat yang berwenang;
- Bagi penyandang disabilitas yang tidak memenuhi program pendidikan umum: Kepala Sekolah Menengah Atas tempat yang bersangkutan mendaftar untuk menempuh pendidikan wajib mengesahkan hasil pelaksanaan Rencana Pendidikan Pribadi tahunan pada jenjang Sekolah Menengah Atas; mempunyai surat keterangan disabilitas yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang;
- Bagi pejuang perlawanan dan anak pejuang perlawanan yang terinfeksi bahan kimia beracun: Telah menyelesaikan program sekolah menengah atas; berhak mengikuti ujian sesuai ketentuan dalam Pasal 2, Pasal 12 Peraturan yang diterbitkan dengan Surat Edaran 15/2020/TT-BGDDT; memiliki surat keterangan terpapar bahan kimia beracun dan penurunan kemampuan kerja sebesar 61% atau lebih yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.
(Pasal 36 Peraturan yang diterbitkan dengan Surat Edaran 15/2020/TT-BGDDT)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)