Meskipun perekonomian dunia dan domestik diperkirakan masih menghadapi banyak kesulitan, banyak perusahaan masih menetapkan target pertumbuhan bisnis dan mengharapkan laba ribuan miliar VND. Sebagai contoh, Grup Industri Karet Vietnam (VRI) mengumumkan target pendapatan tahun 2024 sebesar VND 24.999 miliar, 2,1% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023; laba sebelum pajak sebesar VND 4.104 miliar, 2,2% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023; dan laba setelah pajak sebesar VND 3.437 miliar, 0,9% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023. Perusahaan induk, Grup, sendiri menargetkan pendapatan sebesar VND 3.988 miliar (3% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023), dan laba sebelum pajak sebesar VND 1.454 miliar (3,5% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023).

FPT Corporation targetkan laba sebelum pajak VND 10,875 miliar pada 2024
Demikian pula, FPT Corporation juga mengeluarkan Resolusi Dewan Direksi yang mengumumkan hasil bisnis untuk tahun 2023 dan rencana bisnis untuk tahun 2024. Dengan demikian, FPT menetapkan target pendapatan tahun baru sebesar VND 61.850 miliar, meningkat sebesar 17,5% dan laba sebelum pajak sebesar VND 10.875 miliar, meningkat sebesar 18,2% dibandingkan dengan tahun 2023. Dalam rencana tahun baru, FPT juga meningkatkan modal dasar untuk 3 anak perusahaan termasuk FPT Software Company Limited dari VND 5.000 miliar menjadi VND 6.250 miliar; FPT Education Company Limited dari VND 3.000 miliar menjadi VND 4.000 miliar; FPT Information System Company Limited dari VND 1.100 miliar menjadi VND 1.300 miliar.
Sementara itu, meskipun menyadari bahwa tahun 2024 masih akan penuh tantangan, Mobile World Investment Corporation juga merencanakan bisnisnya di tahun 2024 dengan target pendapatan sebesar VND 125.000 miliar dan laba setelah pajak sebesar VND 2.400 miliar. Dibandingkan dengan tahun 2023, target pendapatan meningkat sebesar 6% dan laba 14,2 kali lebih besar.
Perusahaan lain, Hau Giang Pharmaceutical Joint Stock Company, menetapkan target bisnis untuk tahun baru dengan pendapatan sebesar VND5.200 miliar dan laba sebelum pajak sebesar VND1.080 miliar. Pendapatan ini meningkat 4% dibandingkan rencana tahun lalu sebesar VND5.000 miliar ketika para pemimpin Hau Giang Pharmaceutical menilai bahwa perekonomian masih sulit dan daya beli menurun. Target laba sendiri turun 4% dibandingkan rencana tahun 2023 karena perusahaan akan fokus berinvestasi pada beberapa pos untuk masa depan.
Selain itu, beberapa bisnis belum mencapai laba seribu miliar VND, tetapi rencana bisnis mereka juga ambisius. Salah satunya adalah Perusahaan Saham Gabungan Dabaco Vietnam Group, yang berencana mencapai total pendapatan sebesar VND 25.380 miliar dan laba setelah pajak hampir VND 730 miliar. Pada tahun 2023, Dabaco mencatat laba bersih sebesar VND 11.110 miliar, turun 4% dibandingkan periode yang sama, dan laba bersih sebesar VND 25 miliar. Dengan demikian, jika target laba perusahaan pada tahun 2024 tercapai, target tersebut akan lebih dari 29 kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Perusahaan Saham Gabungan Investasi dan Perdagangan SMC (kode saham: SMC) baru saja mengumumkan Resolusi Dewan Direksi mengenai rencana bisnis 2024. SMC menargetkan penjualan 900.000 ton berbagai jenis baja dan laba setelah pajak sebesar 80 miliar VND. Target ini juga cukup menantang mengingat pada tahun 2023 perusahaan mengalami kerugian hingga 900 miliar VND...
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)