Menurut Yonhap, ini adalah peluncuran ICBM pertama sejak Desember tahun lalu. Militer Korea Selatan mengatakan rudal tersebut diluncurkan pada lintasan tinggi, terbang sekitar 1.000 km sebelum jatuh ke laut antara Semenanjung Korea dan Jepang. Menurut penilaian awal Seoul, rudal tersebut kemungkinan merupakan rudal balistik jarak jauh berbahan bakar padat baru. Jepang mengatakan rudal tersebut terbang selama 86 menit, mencapai ketinggian maksimum sekitar 7.000 km.
Korea Utara luncurkan ICBM, Kim Jong-un tegaskan akan perkuat persenjataan nuklir
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan "tindakan militer yang tepat" untuk menunjukkan tekad Korea Utara dalam menanggapi para pesaingnya yang dengan sengaja meningkatkan situasi regional dan mengancam keamanan Pyongyang.
Sebagai tanggapan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menyerukan tindakan tegas untuk menangani "provokasi" Korea Utara dan mengeluarkan larangan ekspor material untuk rudal berbahan bakar padat ke Pyongyang.
Rudal diluncurkan oleh Korea Utara pada tanggal 31 Oktober.
FOTO: AFP
Jepang dan Amerika Serikat telah mengecam Korea Utara. Pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan bahwa Beijing memantau perkembangan dengan saksama setelah Korea Utara menguji ICBM, dan menekankan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas merupakan kepentingan semua pihak.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/dong-a-day-song-vi-trieu-tien-phong-ten-lua-185241031232658803.htm
Komentar (0)