Pada tanggal 30 Oktober, Komisi Eropa (EC) mengumumkan rencana untuk mempercepat negosiasi agar Ukraina dan Moldova bergabung dengan Uni Eropa (UE).
Uni Eropa berharap dapat memperluas blok tersebut tidak hanya di Eropa Timur, tetapi juga di wilayah lain di benua tersebut. (Sumber: Reuters) |
Menurut kantor berita AFP , EC berharap untuk membuka semua bab negosiasi dengan kedua negara ini pada tahun 2025.
Berbicara kepada wartawan di Brussels, Belgia, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell menekankan bahwa blok tersebut akan mendukung Ukraina dalam melaksanakan reformasi penting untuk memenuhi kriteria untuk menjadi anggota penuh.
Sedangkan untuk Georgia, negara lain yang ingin bergabung dengan Uni Eropa, negosiasi terhenti karena kekhawatiran mengenai situasi politik dalam negeri. Komisi Eropa telah meminta Georgia untuk menerapkan sejumlah reformasi agar negosiasi dapat dilanjutkan.
Selain Ukraina dan Georgia, Komisaris Eropa untuk Perluasan UE Oliver Varhelyi mencatat kemajuan positif dari sejumlah kandidat lain, terutama Montenegro, dalam negosiasi aksesi mereka.
Hal ini meningkatkan harapan akan perluasan Uni Eropa lebih lanjut, tidak hanya di Eropa Timur tetapi juga di kawasan lain, guna memberi dorongan baru bagi persatuan tersebut dalam menghadapi meningkatnya persaingan internasional dan gejolak geopolitik.
Meskipun menghadapi banyak tantangan, UE menunjukkan tekadnya untuk memperluas serikat sambil menetapkan standar ketat untuk memastikan stabilitas politik dan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh kawasan.
Sebelumnya, pada Juni 2022, Uni Eropa secara resmi meluncurkan negosiasi aksesi dengan Ukraina dan Moldova untuk menunjukkan dukungan kuat bagi kedua negara ini.
Proses negosiasi dimulai dengan fase pemeriksaan peraturan hukum Ukraina dan Moldova untuk menilai kesesuaiannya dengan standar hukum Uni Eropa.
Menurut penilaian Komisi Eropa, tahap peninjauan ini—yang juga dikenal sebagai "penyaringan"—berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti. Komisi Eropa berharap dapat beralih ke tahap negosiasi terperinci, yang akan membuka 35 bab negosiasi mulai dari bidang supremasi hukum hingga perlindungan lingkungan pada tahun 2025.
Namun, jalan ke depan masih penuh tantangan. Untuk menjadi anggota Uni Eropa, Ukraina dan Moldova perlu melaksanakan banyak reformasi yang luas, terutama di bidang pemberantasan korupsi dan perbaikan sistem peradilan.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/eu-tinh-duong-thuc-day-ket-nap-ukraine-moldova-292052.html
Komentar (0)