Pada pukul 00.50 (11 Juli, waktu Vietnam), harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi 3.317,44 USD/ons. Harga emas berjangka AS juga naik 0,1% menjadi 3.325,7 USD/ons.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,2% dalam sesi tersebut. Emas sensitif terhadap pergerakan dolar AS, karena penguatan greenback mengurangi daya tarik aset safe haven seperti emas.
Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengatakan bahwa kecuali terjadi eskalasi geopolitik yang signifikan, emas kemungkinan tidak akan menembus di atas $3.400 per ons. Dalam jangka pendek, ujarnya, harga emas akan tetap berada dalam kisaran tertentu.
Pada 9 Juli, Trump melancarkan serangan tarif baru, mengumumkan tarif 50% untuk tembaga yang diimpor ke Amerika Serikat dan tarif 50% untuk barang-barang dari Brasil. Kedua tarif tersebut akan berlaku mulai 1 Agustus.
Selain itu, risalah rapat Federal Reserve AS pada Juni 2025 menunjukkan bahwa hanya sedikit pejabat yang merasa dapat memangkas suku bunga paling cepat pada bulan Juli. Sebagian besar pembuat kebijakan tetap khawatir tentang tekanan inflasi yang mereka perkirakan akan terjadi akibat kebijakan tarif.
Di sisi data, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, yang menunjukkan bahwa pengusaha mungkin mempertahankan pekerjanya meskipun ada tanda-tanda lain dari pasar tenaga kerja yang mendingin.
Di antara logam mulia lainnya, perak spot naik 1,5% menjadi $36,87 per ons. Platinum juga naik 0,5% menjadi $1.353,55 per ons.
Di Vietnam, pada penutupan sesi 10 Juli, harga emas SJC di pasar Hanoi dicatat oleh Saigon Jewelry Company sebesar 118,80 - 120,80 juta VND/tael (beli - jual).
Sumber: https://baolaocai.vn/gia-vang-di-ngang-khi-cac-yeu-to-thi-truong-can-bang-lan-nhau-post648444.html
Komentar (0)