Lebih dari 160 pemimpin, pakar, dan aktivis dari kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Kota Hue untuk Konferensi Bebas Rokok ke-9, sebuah acara dua hari yang bertujuan untuk mempromosikan kebijakan pariwisata bebas rokok, melindungi kesehatan masyarakat, melestarikan nilai-nilai budaya, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.
| Ibu Phan Thi Hai, Wakil Direktur Dana Pencegahan Dampak Negatif Tembakau, menyampaikan pidato pada konferensi tersebut. |
Konferensi ini diselenggarakan oleh Southeast Asian Tobacco Control Alliance (SEATCA) bekerja sama dengan Vietnam Tobacco Control Foundation (VNTCF) dan Kementerian Kesehatan Vietnam.
Dengan tema "Destinasi Bebas Rokok: Mentransformasi Industri Pariwisata di Kawasan Asia-Pasifik," acara ini berfungsi sebagai forum bagi negara-negara di kawasan tersebut untuk berbagi pengalaman, pencapaian, dan tantangan dalam membangun destinasi wisata yang sehat, bersih, dan ramah kesehatan.
Dalam konferensi tersebut, Ibu Phan Thi Hai, Wakil Direktur Dana Pencegahan Dampak Buruk Tembakau, menekankan bahwa pariwisata bukan hanya tentang pembangunan ekonomi, tetapi juga tentang melindungi masyarakat dan melestarikan warisan budaya. Ketika destinasi wisata menjadi zona bebas asap rokok, kita tidak hanya melindungi situs bersejarah tetapi juga berkontribusi menyelamatkan banyak nyawa.
Dalam kerangka Konferensi tersebut, para delegasi mempresentasikan model-model teladan dari berbagai daerah yang telah berhasil menerapkan kebijakan bebas asap rokok, termasuk membangun kerangka hukum, mempromosikan kampanye komunikasi, dan memobilisasi partisipasi masyarakat setempat dalam pemantauan dan penegakan hukum.
Secara khusus, kunjungan lapangan ke Benteng Kekaisaran Hue – situs Warisan Dunia UNESCO – tidak hanya menampilkan nilai-nilai budaya unik Vietnam, tetapi juga menjadi bukti nyata efektivitas menjaga ruang wisata bebas asap rokok, yang berkontribusi pada perlindungan lingkungan dan pengalaman pengunjung.
Ibu Domilyn Villarreiz, Manajer Program Bebas Asap Rokok di SEATCA, menegaskan bahwa tidak ada wisatawan yang ingin menghirup asap rokok bekas yang berbahaya saat mengunjungi destinasi wisata. Menciptakan ruang publik bebas asap rokok bukan hanya tindakan untuk kesehatan masyarakat, tetapi juga strategi untuk pengembangan pariwisata yang cerdas dan berkelanjutan.
Selain solusi untuk mendorong implementasi kebijakan, Konferensi tersebut juga mengeluarkan peringatan tentang taktik menyesatkan yang digunakan oleh industri tembakau.
Oleh karena itu, beberapa perusahaan tembakau kini memanfaatkan istilah "bebas asap rokok" untuk mempromosikan produk-produk seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, yang masih mengandung nikotin dan menimbulkan risiko kecanduan yang tinggi, terutama bagi kaum muda.
Alan Zaldivar, seorang perwakilan dari Dewan Kota Iloilo di Filipina, menyatakan keprihatinannya bahwa lingkungan bebas asap rokok harus menjadi konsep yang jelas, mencakup udara bersih, orang-orang yang sehat, dan komunitas yang aman. Kita perlu menentang keras upaya untuk memutarbalikkan konsep tersebut demi terus mempromosikan produk-produk berbahaya.
Konferensi tersebut diakhiri dengan komitmen kuat dari para delegasi di kawasan ini untuk lebih mempromosikan pengembangan dan perluasan destinasi wisata bebas asap rokok, menjadikan kawasan Asia-Pasifik, khususnya negara-negara ASEAN, sebagai model global untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan yang terkait dengan perlindungan kesehatan masyarakat.
"Ini bukan sekadar kampanye, tetapi sebuah gerakan untuk kehidupan, untuk lingkungan yang sehat bagi generasi sekarang dan mendatang," tambah Villarreiz, menekankan bahwa kita perlu bertindak bersama dan bersuara sekarang.
Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) adalah organisasi non-pemerintah multi-sektor yang berada di garis depan dalam mendukung negara-negara ASEAN untuk secara efektif menerapkan Konvensi Kerangka Kerja Organisasi Kesehatan Dunia tentang Pengendalian Tembakau (WHO FCTC).
SEATCA saat ini merupakan organisasi yang diakui oleh ASEAN dan pengamat resmi pada Konferensi Para Pihak Konvensi FCTC. SEATCA dianugerahi Penghargaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (2004) dan Penghargaan Pengakuan Khusus Direktur Jenderal WHO (2014) oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Sumber: https://baodautu.vn/hanh-trinh-vi-mot-nganh-du-lich-khong-khoi-thuoc-d373176.html








Komentar (0)