Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Mengungkap Plot di Balik Serangan Teror, Rusia Beri Komentar, Taiwan (Tiongkok) Tegaskan Tak Terlibat

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế18/09/2024


Surat kabar The World and Vietnam mengabarkan perkembangan terbaru seputar serangkaian ledakan pager di Lebanon pada 17 September, yang menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 2.700 orang.
Vụ nổ máy nhắn tin ở Lebanon: Hé lộ âm mưu phía sau, Nga bình luận, Đài Loan (Trung Quốc) khẳng định chẳng dính líu
Sisa-sisa pager setelah meledak di Lebanon. (Sumber: AFP)

Sementara Israel belum mengomentari tuduhan bahwa mereka berada di balik insiden mengejutkan itu, kantor berita Axios mengutip tiga pejabat AS anonim yang mengatakan bahwa badan intelijen Israel-lah yang memutuskan untuk bertindak.

Para pejabat mengatakan pengeboman pager dan peralatan lain yang digunakan oleh Hizbullah disebabkan oleh kekhawatiran bahwa kelompok militan tersebut dapat mendeteksi operasi rahasia Israel.

Menurut Axios , seorang mantan pejabat Israel mengatakan bahwa dinas khusus negara itu bermaksud menggunakan pager berjebakan yang mereka pasang di barisan Hizbullah dalam serangan mendadak.

Dua pejabat AS mengatakan Israel belum memberi tahu Washington sebelumnya tentang rencana operasi tersebut. Para pejabat Israel mengetahui bahwa eskalasi besar mungkin terjadi setelah insiden tersebut, dan militer berada dalam siaga tinggi untuk kemungkinan respons Hizbullah.

Militer Israel menyerang baterai pager, yang menyebabkan ledakan, kata sumber itu, seraya menambahkan bahwa korban luka sedang dibawa ke rumah sakit di ibu kota Lebanon, Beirut, dan Dahieh di pinggiran selatan.

Sementara itu, kantor berita Reuters mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa gerakan Islam Hizbullah telah memerintahkan perusahaan Taiwan (Cina) Gold Apollo untuk memproduksi pager tersebut. Namun, badan intelijen Israel, Mossad, telah menanam sejumlah kecil bahan peledak di dalam 5.000 pager tersebut.

Namun, CEO Gold Apollo Xu Qingguang mengonfirmasi pada tanggal 18 September bahwa pager yang meledak di banyak wilayah Lebanon tidak ada hubungannya dengan Gold Apollo, tetapi diproduksi dan dikembangkan oleh perusahaan Hungaria.

Menurut Bapak Xu Qingguang, sekitar tiga tahun yang lalu, Gold Apollo menandatangani perjanjian kerja sama dengan sebuah perusahaan Eropa. Awalnya, perusahaan Eropa ini hanya berpartisipasi dalam distribusi produk Gold Apollo, tetapi kemudian secara mandiri mulai mengembangkan pager AR-924, yang merupakan jenis bahan peledak.

Kedua belah pihak sepakat bahwa pager yang dikembangkan oleh distributor Eropa akan dijual dengan logo Gold Apollo. Direktur Gold Apollo menekankan: "Baik pengembangan maupun produksi pager peledak tersebut dilakukan di luar negeri, tidak ada hubungannya dengan Taiwan (Tiongkok)."

Dalam pernyataannya, Gold Apollo menegaskan bahwa perusahaan telah menjalin "kemitraan jangka panjang" dengan mitra yang berbasis di Budapest, BAC Consulting KFT, untuk menggunakan merek dan model pager yang disebutkan di media sebagai "diproduksi dan dijual oleh BAC".

Hongaria belum berkomentar.

Menanggapi insiden terbaru ini, pada 18 September, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa ledakan pager tersebut memerlukan investigasi dan perhatian internasional. Para ahli harus melakukan penilaian yang diperlukan terkait ledakan ini.


[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/vu-no-may-nhan-tin-o-lebanon-he-lo-am-muu-phia-sau-nga-binh-luan-dai-loan-trung-quoc-khang-dinh-chang-dinh-liu-286775.html

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk