Kontrak Pelatih Shin Tae-yong dengan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) berakhir pada Juni 2024.
Baru-baru ini, pelatih asal Korea itu mengungkapkan bahwa ia berniat untuk mengambil pekerjaan baru di tim lain dan tidak akan terus melatih tim Indonesia.
Namun, menurut pers Indonesia, masa depan Tuan Shin Tae-yong sangat bergantung pada hasil dua pertandingan melawan tim Vietnam di babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2026.
Pelatih Shin Tae-yong.
Surat kabar Bola Indonesia melaporkan: " Dua pertandingan melawan tim Vietnam pada Maret 2024 sangat penting bagi Tuan Shin Tae-yong. Hasil pertandingan ini akan sangat menentukan bagi kontrak pelatih ini. Beliau menjadi topik hangat di sepak bola Indonesia . Tidak ada yang tahu apakah pelatih Shin Tae-yong dapat melanjutkan pekerjaannya atau tidak."
Situs berita sepak bola bergengsi ini mengutip periode empat tahun di mana pelatih Shin Tae-yong memimpin tim nasional U-19, U-23, dan Indonesia.
Pelatih ini belum meraih gelar bergengsi. Di saat yang sama, sebagian penggemar sepak bola Indonesia percaya bahwa Tuan Shin belum mengubah wajah sepak bola di negeri ini.
" Empat tahun Pelatih Shin Tae-yong memimpin timnas Indonesia tidaklah istimewa ," ujar Bola mengutip pernyataan suporter Indonesia.
Di pihak PSSI, Presiden Erick Thohir menyatakan pendapat netral tentang masa depan pelatih Shin Tae-yong. Mantan presiden Inter Milan itu mengatakan ingin mempertahankan Shin Tae-yong, tetapi jika sang pelatih bersikeras pergi, ia akan setuju dan tidak akan memaksanya.
Namun, syarat yang diajukan pengusaha ini hanya setengah terpenuhi oleh pelatih Shin Tae-yong. Tim Indonesia lolos babak penyisihan grup Piala Asia 2023.
Setelah itu, Tuan Shin perlu meraih hasil bagus di Piala Asia U-23 dan kualifikasi Piala Dunia 2026, barulah kontrak kedua belah pihak diperpanjang hingga Juni 2027.
Menurut beberapa sumber dari pers Indonesia, Tuan Shin akan menerima gaji hingga 1,5 juta USD/tahun jika ia menandatangani kontrak baru dengan PSSI.
Mai Phuong
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)