Pada tanggal 4 Agustus di Hanoi, VNPT Group secara resmi mengoperasikan dan memanfaatkan jalur kabel darat VSTN - jalur kabel pertama yang menghubungkan langsung dari Vietnam ke Singapura sepenuhnya melalui darat.
Jalur kabel VSTN memiliki panjang total sekitar 3.900 km yang melewati 5 negara: Vietnam - Laos - Thailand - Malaysia - Singapura.
Jalur kabel dibangun seluruhnya di darat dan terhubung langsung dari pusat teknis VNPT di Da Nang ke pusat data internasional terkemuka di kawasan ini seperti: IDC Telehouse (Thailand), MY01 Cyberjaya, Equinix JH01 Johor Bahru (Malaysia), Equinix dan Global Switch (Singapura).
Kendali langsung VNPT atas seluruh rute dari Vietnam ke Singapura dari awal hingga akhir tidak hanya menjamin kapasitas operasi yang independen dan penanganan insiden yang cepat. Dalam konteks insiden kabel bawah laut yang berkelanjutan dan berkepanjangan yang memengaruhi kualitas layanan internet dan koneksi internasional, VSTN berperan sebagai rute cadangan yang penting, yang secara strategis melengkapi rute kabel bawah laut yang ada, sehingga meningkatkan stabilitas, inisiatif, dan keamanan infrastruktur telekomunikasi nasional.

VSTN menggunakan peralatan transmisi DWDM multipleks panjang gelombang modern, salah satu teknologi tercanggih saat ini. Setiap panjang gelombang dapat mentransmisikan kapasitas minimum 300 Gbps, dengan desain keseluruhan jalur hingga 4 Tbps dan dapat dengan mudah ditingkatkan hingga 12 Tbps atau lebih. Hal ini membantu VSTN tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga siap untuk pengembangan yang pesat dalam waktu dekat.
VSTN bukan saja merupakan langkah maju secara teknis, tetapi juga langkah strategis bagi Vietnam untuk keluar dari posisi pasifnya, menuju penguasaan penuh infrastruktur telekomunikasi nasional, perlindungan keamanan data, dan jaminan arus informasi terkirim lancar dan aman dalam segala situasi.
Saat ini, VNPT mengoperasikan empat jalur kabel bawah laut internasional utama, termasuk AAG, APG, AAE-1, dan SJC-2, dengan total panjang lebih dari 65.000 km. Dari jalur-jalur tersebut, SJC-2 merupakan jalur kabel bawah laut terbaru yang baru saja selesai dibangun. VNPT juga merupakan perusahaan pertama dan satu-satunya di Vietnam yang saat ini memiliki dan mengoperasikan dua satelit telekomunikasi, Vinasat-1 dan Vinasat-2.
Dengan beroperasinya jalur kabel VSTN, VNPT Group secara bertahap melengkapi ekosistem infrastruktur transmisi multi-moda: dari darat, melintasi laut, hingga ke luar angkasa.

Bapak Huynh Quang Liem, Direktur Jenderal VNPT, mengatakan bahwa jalur kabel baru ini tidak hanya meningkatkan kapasitas koneksi tetapi juga menciptakan arah transmisi yang stabil dan aman, sehingga meminimalkan risiko pemutusan sambungan jika terjadi insiden pada kabel bawah laut. Ini merupakan langkah strategis yang secara signifikan meningkatkan keandalan jaringan internasional dan kemampuan VNPT untuk melayani dalam segala situasi.
"Jalur kabel ini merupakan langkah konkret yang menunjukkan tekad VNPT dalam melaksanakan kebijakan Partai dan Pemerintah untuk terus berinovasi, meningkatkan efisiensi BUMN, membuka ruang pengembangan baru, serta mendorong VNPT untuk berperan sebagai pelopor dalam pengembangan infrastruktur digital nasional dan regional," ujar Bapak Liem.
Berbicara di acara tersebut, Menteri Sains dan Teknologi Nguyen Manh Hung menekankan bahwa infrastruktur telekomunikasi Vietnam telah menjadi infrastruktur digital, infrastruktur ekonomi, sehingga keamanan dan keberlanjutan infrastruktur digital sangatlah penting. Untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan, kita harus melakukan diversifikasi, memiliki banyak kabel optik bawah laut, yang menjangkau berbagai arah, terutama kabel optik darat, yang sangat tangguh. "Ini adalah perintah Partai dan Negara, dan infrastruktur digital Vietnam aman dan berkelanjutan."

Menurut Menteri Nguyen Manh Hung, dalam 30 tahun terakhir, Vietnam tidak pernah memiliki jalur kabel internasional yang 100% investasinya berasal dari rakyat Vietnam.
"VNPT Group, dengan semangat agresifnya, telah dengan cepat membangun jalur kabel serat optik darat internasional. Ini adalah jalur pertama yang 100% diinvestasikan oleh masyarakat dan perusahaan Vietnam. Saya berharap operator jaringan Vietnam akan terus berinvestasi dalam membangun banyak jalur kabel serat optik internasional dengan Vietnam sebagai investornya," ujarnya.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/khanh-thanh-tuyen-cap-quang-quoc-te-dau-tien-do-doanh-nghiep-viet-lam-chu-dau-tu-post1053607.vnp
Komentar (0)