Lawan memiliki "pembom" sungguhan
Kemampuan menghalau bola-bola tinggi merupakan kemampuan yang sangat penting bagi Timnas U-23 Vietnam di ajang Piala Asia Tenggara U-23 tahun 2025 (yang akan berlangsung pada tanggal 15 sampai dengan 29 Juli di Indonesia), karena lawan-lawan utama kita di turnamen tahun ini, yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia, banyak memiliki pemain-pemain yang bertubuh tinggi besar dan jago dalam duel udara.
Kemampuan menepis bola-bola tinggi timnas Vietnam U-23 mulai mencuri perhatian.
Foto: VFF
Dalam daftar 23 pemain timnas Thailand U-23, terdapat bek tengah Chanapach Buaphan yang memiliki tinggi badan 1,96 m, gelandang bertahan Sittha Boonlha yang memiliki tinggi badan 1,86 m, dan penyerang Yotsakorn Burapha yang memiliki tinggi badan 1,87 m. Dengan para pemain tersebut, Thailand U-23 akan menjadi tim yang sangat kuat ketika mereka bertekad untuk menyerang lawan dengan bola-bola tinggi.
Di kubu tuan rumah U-23 Indonesia, tim ini diperkuat striker kelahiran Belanda Jens Raven dengan tinggi badan 1,89 m, bek tengah Brandon Scheunemann dengan tinggi badan 1,87 m, bek tengah Kakang Rudianto dengan tinggi badan 1,85 m, dan bek tengah Kadek Arel dengan tinggi badan 1,84 m. Mereka juga diprediksi akan sangat berbahaya dalam permainan bola-bola tinggi, jika U-23 Indonesia menghadapi U-23 Vietnam di semifinal atau final.
Lawan lain yang harus diwaspadai tim U-23 Vietnam adalah U-23 Malaysia. Tim asuhan pelatih Nafuzi Zain ini memiliki striker kelahiran Skotlandia, Fergus Tierney, dengan tinggi 1,86 m, striker Haqimi Azim, dengan tinggi 1,84 m, dan bek tengah Ubaidullah Shamsul, dengan tinggi 1,83 m. Malaysia juga merupakan negara sepak bola dengan gaya bermain yang berfokus pada kekuatan dan umpan-umpan lambung.
Pelatih Kim Sang-sik umumkan daftar pendek untuk U.23 Vietnam: Pemain muda Vietnam perantauan bergabung
Apakah U.23 Vietnam memiliki personel yang ahli dalam pertempuran udara?
Setelah menyingkirkan bek tengah tertinggi Dinh Quang Kiet, pelatih Kim Sang-sik akan mempercayakan sejumlah pemain seperti Nguyen Hieu Minh (1,84 m) dan Le Van Ha (1,84 m). Mereka adalah bek tengah yang tampil sangat baik di turnamen internasional U-23 di Tiongkok pada bulan Maret.
Kiper Tran Trung Kien akan menambah solusi untuk U.23 Vietnam dalam pertempuran udara.
Foto: VFF
Saat itu, melawan lawan-lawan bertubuh tinggi dan kuat dari Korea, Uzbekistan, dan Tiongkok, para bek tengah timnas U-23 Vietnam berhasil menjalankan tugas pertahanan mereka dengan baik, termasuk pertahanan bola tingkat tinggi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, Nguyen Hieu Minh dan Le Van Ha akan menjadi harapan pelatih Kim Sang-sik di turnamen U-23 Asia Tenggara 2025.
Selain itu, dibandingkan dengan turnamen internasional U-23 di Tiongkok pada bulan Maret, U-23 Vietnam telah menambahkan bek tengah Pham Ly Duc (1,82 m). Pemain ini berpengalaman bermain di V-League, memiliki fisik yang bagus, piawai menjaga lawan, dan dapat membantu tim U-23 Vietnam meningkatkan kemampuan mereka dalam bertahan melawan bola-bola tinggi.
Selain itu, terkait masalah pencegahan bola tinggi, peran penjaga gawang juga sangat penting. Jika penjaga gawang tim U-23 Vietnam dapat menguasai area penalti dengan baik, masuk dan keluar dengan tepat, serta mengontrol umpan silang dari dua sayap lawan, U-23 Vietnam akan meningkatkan efektivitas mereka dalam duel udara.
Saat ini, tim asuhan pelatih Kim Sang-sik memiliki dua penjaga gawang berperingkat tinggi, Tran Trung Kien (1,91 m) dan Cao Van Binh (1,83 m). Semoga dalam beberapa hari mendatang, mereka dapat menjalankan perannya dengan baik, membantu tim U-23 Vietnam tetap aman di pertahanan, dan membantu pertahanan tim tuan rumah agar tidak kalah dari lawan-lawan tangguh di Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia dalam situasi bola di ketinggian.
Sumber: https://thanhnien.vn/khong-con-toa-thap-195-m-cua-hagl-u23-viet-nam-con-ai-chuyen-tri-bong-bong-185250707230842362.htm
Komentar (0)