Setelah menyelesaikan jabatan Ketua Majelis Nasional ke-15, Majelis Nasional memulai proses pemilihan Presiden . Orang yang ditunjuk untuk posisi ini adalah Jenderal To Lam, Menteri Keamanan Publik.
Pada sore hari tanggal 21 Mei, Komite Tetap Majelis Nasional akan menyampaikan daftar calon anggota Majelis Nasional untuk memilih Presiden pada akhir sesi sore. Setelah itu, para delegasi akan membahas hal ini dalam Delegasi.
Pada pagi hari tanggal 22 Mei, Komite Tetap Majelis Nasional melaporkan penjelasan dan penerimaan pendapat para deputi Majelis Nasional yang berdiskusi di Delegasi tentang daftar nominasi bagi Majelis Nasional untuk memilih Presiden (jika ada).
Majelis Nasional mengadakan sidang pagi pada tanggal 21 Mei. Foto: Van Diep/VNA
Majelis Nasional kemudian membahas dan memberikan suara untuk menyetujui daftar untuk memilih Presiden sebelum memilih Presiden melalui pemungutan suara rahasia.
Selanjutnya, Komite Tetap Majelis Nasional akan menyampaikan rancangan Resolusi tentang pemilihan Presiden kepada Majelis Nasional.
Majelis Nasional membahas dan memberikan suara untuk mengesahkan Resolusi tentang pemilihan Presiden. Setelah itu, Presiden memimpin upacara pengambilan sumpah dan menyampaikan pidato pelantikannya.
Pada Konferensi Pusat ke-9 yang baru saja diselenggarakan, Komite Pusat mencapai konsensus tinggi untuk memperkenalkan Jenderal To Lam - anggota Politbiro, Menteri Keamanan Publik yang akan dipilih oleh Majelis Nasional ke-15 untuk memegang posisi Presiden.
Jenderal To Lam lahir pada 10 Juli 1957; kampung halamannya di Kelurahan Nghia Tru, Distrik Van Giang, Provinsi Hung Yen. Kualifikasi profesional: Profesor, Doktor Hukum.
Ia merupakan anggota Politbiro periode ke-12 dan ke-13; anggota Komite Sentral Partai periode ke-11, ke-12 dan ke-13; dan delegasi Majelis Nasional periode ke-14 dan ke-15.
Bapak To Lam saat ini adalah anggota Politbiro, anggota Komite Partai Pemerintah, Sekretaris Komite Partai Keamanan Publik Pusat, Menteri Keamanan Publik; Wakil Ketua Komite Pengarah Pusat untuk Anti-Korupsi; Wakil Ketua Subkomite Perlindungan Politik Internal Pusat; Anggota Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional, Anggota Komite Pengarah Pusat untuk Reformasi Peradilan.
Mengenai riwayat pekerjaannya, setelah lulus dari Akademi Keamanan Rakyat, Bapak To Lam menjadi pejabat Departemen Perlindungan Politik I (Kementerian Keamanan Publik). Setelah itu, beliau memegang berbagai posisi di berbagai unit Kementerian Keamanan Publik dan memegang berbagai posisi penting di Kementerian Keamanan Publik sepanjang kariernya.
Bapak To Lam tumbuh sebagai pejabat Departemen Keamanan Politik I, Kementerian Keamanan Publik. Bapak To Lam pernah menjabat sebagai Kepala Departemen, Wakil Direktur, Direktur Departemen Keamanan Politik I - Departemen Keamanan Umum; Wakil Direktur, Wakil Direktur yang bertanggung jawab, dan kemudian Direktur Departemen Keamanan Umum I - Kementerian Keamanan Publik.
Dari Agustus 2010 hingga April 2016, Tn. To Lam menjabat sebagai Wakil Menteri Keamanan Publik; dari April 2016 hingga sekarang, Tn. To Lam menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik.
Sumber: VNA/Surat Kabar Tin Tuc
Sumber
Komentar (0)