(Dan Tri) - Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Tri Thuc mengatakan bahwa perkembangan pengobatan modern membuka banyak peluang untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan, tetapi juga banyak tantangannya.
Pada tanggal 28-29 Maret, Konferensi Ilmiah dan Teknis ke-41 berlangsung di Universitas Kedokteran dan Farmasi di Kota Ho Chi Minh, dengan tema "Perawatan kesehatan seumur hidup yang komprehensif: peluang dan tantangan".
Associate Professor, Dr. Ngo Quoc Dat, Rektor Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa dalam strategi pengembangan periode 2025-2030, unit ini bertujuan untuk menjadi salah satu dari 100 universitas terbaik dalam ilmu kesehatan di Asia.
Untuk mencapai tujuan ini, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pilar utamanya. Penyelenggaraan konferensi ilmiah dan teknis merupakan salah satu kegiatan penting, yang bertujuan untuk menciptakan komunitas ilmuwan, saling terhubung, berbagi gagasan, dan melakukan penelitian sesuai tren zaman.
Konferensi tahun ini tiga kali lebih besar dari konferensi sebelumnya, dengan 362 laporan dari para ahli terkemuka dalam dan luar negeri, yang berfokus pada isu-isu yang sangat dekat seperti AI, inovasi, dan isu-isu interdisipliner dalam aktivitas sains dan teknologi.
Oleh karena itu, penyelenggara berharap acara tahun ini akan membawa banyak ide bagus bagi industri medis .
Dr. Nguyen Tri Thuc, Wakil Menteri Kesehatan, mengatakan bahwa perkembangan pengobatan modern membuka banyak peluang untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan, tetapi juga banyak tantangannya.
Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Tri Thuc berbicara pada upacara pembukaan konferensi (Foto: Hoang Le).
Dari perspektif strategis, Kementerian Kesehatan memiliki sejumlah orientasi penting untuk mewujudkan tujuan perawatan kesehatan komprehensif seumur hidup.
Pertama, terus meningkatkan sistem kesehatan, terutama jaringan kesehatan akar rumput, untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke layanan perawatan kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang wajar.
Kedua, mempromosikan penerapan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pengobatan yang dipersonalisasi dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan untuk meningkatkan efisiensi perawatan kesehatan.
Ketiga, mengembangkan sumber daya manusia medis yang berkualitas tinggi untuk memenuhi persyaratan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan serta menuju kedokteran presisi.
Keempat, meningkatkan kerja sama dalam dan luar negeri, meningkatkan penelitian ilmiah dan alih teknologi guna meningkatkan mutu pemeriksaan dan pengobatan medis.
Kelima, memperkuat komunikasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan perawatan kesehatan proaktif, berdasarkan prinsip pencegahan daripada pengobatan.
"Saya berharap hasil yang diperoleh dari konferensi ini tidak hanya terbatas pada kerangka penelitian, tetapi juga dapat diterapkan secara luas, berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di sektor kesehatan negara ini," ujar Bapak Thuc.
[iklan_2]
Source: https://dantri.com.vn/suc-khoe/lanh-dao-bo-y-te-neu-5-chien-luoc-de-cham-soc-suc-khoe-toan-dien-suot-doi-20250328163949371.htm
Komentar (0)