Apa saja yang baru dalam Surat Edaran No. 33 yang mengatur penentuan asal barang impor dan ekspor? Besok (15 Juli): Menerapkan peraturan baru dalam penentuan asal barang impor dan ekspor. |
Kementerian Keuangan sedang mencari komentar atas rancangan Surat Edaran yang mengubah dan melengkapi Surat Edaran No. 184/2015/TT-BTC yang mengatur prosedur untuk deklarasi pajak, jaminan, pemungutan pajak, pembayaran terlambat, denda, biaya, pungutan dan pendapatan lainnya untuk barang ekspor, impor dan transit dan sarana keluar, masuk dan transit.
Impor dan ekspor barang (foto ilustrasi) |
Sesuai dengan Rancangan Surat Edaran Perubahan tersebut, Pasal 2 Ayat (2) diubah dan ditambah sebagai berikut: Gerbang pembayaran elektronik kepabeanan adalah sistem yang menghubungkan, mempertukarkan, membandingkan, dan menyediakan informasi elektronik untuk melayani pemungutan dan pembayaran pajak, biaya, pungutan, dan jaminan pajak secara elektronik antara otoritas kepabeanan, Kas Negara, bank, penyedia jasa perantara pembayaran, organisasi yang terkait dengan penyelenggaraan transaksi elektronik di bidang perpajakan, dan badan pengelola yang terhubung melalui satu pintu nasional.
Rancangan undang-undang ini menambahkan Pasal 13a, yang menjelaskan tanggung jawab lembaga penyedia jasa perantara pembayaran sebagai berikut. Lembaga penyedia jasa perantara bertanggung jawab untuk menyediakan layanan pemungutan dan pembayaran pajak, denda keterlambatan, denda, biaya, pungutan, dan penerimaan lainnya bagi wajib pajak untuk melakukan transaksi pembayaran anggaran negara secara elektronik.
Memerintahkan wajib pajak untuk melaporkan dan menyetorkan uang ke APBN sesuai dengan ketentuan Pasal 4, Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 11/2020/ND-CP tanggal 20 Januari 2020. Dalam hal wajib pajak membayar bea dan pungutan untuk beberapa kali pelaporan, penyedia jasa perantara pembayaran wajib memerintahkan wajib pajak untuk membuat daftar pelaporan untuk pembayaran bea dan pungutan kepabeanan yang dilampirkan pada SPT atau slip setoran ke APBN.
Penyedia jasa perantara bertanggung jawab menjaga kerahasiaan informasi wajib pajak yang diakses melalui Portal Pembayaran Elektronik Kepabeanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang keamanan informasi dan perjanjian kerja sama yang ditandatangani para pihak.
Selain itu, menyampaikan informasi mengenai slip pembayaran ke kas negara, informasi surat jaminan pajak, atau slip pembayaran ke rekening penagihan biaya, dalam hal penagihan dan pembayaran biaya, kepada instansi pengelola melalui Gerbang Pembayaran Elektronik Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Pasal 22, dan Pasal 23 Surat Edaran ini.
Memindahkan pembayaran dan mempertanggungjawabkan penerimaan APBN secara lengkap, akurat dan tepat waktu ke rekening Kas Negara yang dibuka pada bank penerima yang berwenang sesuai ketentuan perundang-undangan.
Rancangan Undang-Undang ini melengkapi ketentuan mengenai "Pemungutan dan Penyetoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Penyelenggara Jasa Perantara Pembayaran" (Pasal 17a) sebagai berikut: Dalam hal Wajib Pajak menggunakan program pemungutan dan penyetoran pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari Penyelenggara Jasa Perantara Pembayaran atau Gerbang Pembayaran Elektronik Kepabeanan untuk membayar atau meminta transfer uang pembayaran pajak: Dalam hal pajak harus disetorkan ke rekening penagihan yang berbeda, wajib dibuat daftar setoran pajak terpisah untuk masing-masing rekening penagihan.
Sistem penyedia layanan perantara pembayaran memeriksa informasi yang dideklarasikan oleh wajib pajak, membandingkannya dengan informasi pertanyaan di Portal Pembayaran Elektronik Bea Cukai dan melakukan pemrosesan berikut:
Apabila informasi tersebut sesuai dengan pertanyaan pada Portal Pembayaran Elektronik Bea Cukai: potong uang wajib pajak untuk ditransfer ke anggaran negara sesuai ketentuan.
Dalam hal informasi tidak sesuai atau tidak tersedia pada Portal Pembayaran Elektronik Kepabeanan: informasi terkait tidak sesuai (kecuali informasi jumlah), memberitahukan kepada wajib pajak untuk memeriksa kembali informasi pada Surat Pemberitahuan Pajak dan melakukan tanggapan untuk memproses pemindahbukuan ke kas negara sesuai ketentuan.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)