1. Idul Fitri – Perayaan yang menandai berakhirnya bulan Ramadan
Salah satu festival paling menonjol di Maladewa adalah Idul Fitri (Sumber foto: Dikumpulkan)
Salah satu perayaan paling penting di Maladewa adalah Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan. Hari raya ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Maladewa untuk mengungkapkan rasa syukur, kegembiraan, dan berbagi setelah sebulan penuh berpuasa.
Selama Idul Fitri, keluarga-keluarga di Maladewa berkumpul untuk salat, menikmati hidangan lezat, dan bertukar bingkisan kecil. Di seluruh kepulauan, suasana meriah dipenuhi dengan pertunjukan musik tradisional, tarian rakyat, dan permainan untuk dewasa maupun anak-anak. Bagi pengunjung, menghadiri festival ini merupakan kesempatan yang baik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan budaya dan keagamaan masyarakat Maladewa.
2. Idul Adha – Hari Raya Kurban Tradisional
Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya terpenting bagi umat Islam di Maladewa (Sumber foto: Dikumpulkan)
Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya terpenting dalam Islam, dan di Maladewa, perayaannya dirayakan dengan penuh kekhidmatan dan makna. Perayaan ini di Maladewa juga dikenal sebagai "Festival Kurban", yang memperingati kesetiaan dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.
Selama perayaan Idul Adha, masyarakat Maladewa kerap mengadakan ritual kurban hewan ternak seperti kambing atau domba dan membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan. Pesta besar juga disiapkan, dengan hidangan khas Maladewa seperti kari ikan, nasi kelapa, dan penganan manis tradisional. Idul Adha bukan hanya kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah mereka, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antartetangga dan menyebarkan kebaikan.
3. Hari Nasional Maladewa
Warga Maladewa menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk merayakan Hari Nasional (Sumber foto: Dikumpulkan)
Festival di Maladewa tidak hanya bersifat keagamaan tetapi juga berkaitan dengan peristiwa sejarah penting, biasanya Hari Nasional Maladewa. Hari ini diadakan setiap tahun untuk memperingati kemenangan bangsa Maladewa atas tentara Portugis pada abad ke-16, yang menegaskan kedaulatan dan kemerdekaan negara tersebut.
Selama Hari Nasional, masyarakat Maladewa menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik seperti parade, kompetisi olahraga tradisional, dan pertunjukan seni. Bendera nasional dikibarkan di mana-mana, dan masyarakat sering mengenakan kostum tradisional untuk menunjukkan kebanggaan nasional mereka. Dengan menghadiri festival ini, pengunjung akan berkesempatan untuk merasakan kecintaan mendalam masyarakat Maladewa terhadap tanah air mereka, sekaligus menemukan lebih banyak keunikan budaya asli.
4. Hari Bahasa Dhivehi
Hari Bahasa Dhivehi merayakan bahasa ibu dan warisan budaya (Sumber foto: Dikumpulkan)
Hari Bahasa Dhivehi, yang dirayakan pada tanggal 14 April, merupakan salah satu festival khusus di Maladewa yang merayakan bahasa ibu dan warisan budaya masyarakat setempat. Hari ini tidak hanya mengakui pentingnya bahasa Dhivehi, tetapi juga memberi warga Maladewa kesempatan untuk berbangga dengan identitas budaya mereka yang unik.
Selama festival, diselenggarakan kompetisi puisi, menulis, dan pidato dalam bahasa Dhivehi, yang menarik banyak pengunjung dewasa dan anak-anak. Konser dan pertunjukan seni juga digelar untuk merayakan budaya dan bahasa tradisional. Bagi pengunjung, ini merupakan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bahasa dan gaya hidup masyarakat Maladewa, serta mengagumi keindahan karya seni yang unik.
5. Festival Balap Perahu Dhoni
Dhoni adalah perahu tradisional Maladewa (Sumber foto: Dikumpulkan)
Lomba perahu Dhoni adalah salah satu festival paling meriah di Maladewa, yang menarik perhatian penduduk lokal maupun wisatawan. Dhoni adalah perahu tradisional Maladewa yang dibuat dengan tangan dan telah menjadi bagian dari kehidupan pulau selama beberapa generasi.
Selama festival, tim balap perahu Dhoni berlomba di perairan biru jernih, menciptakan suasana yang semarak dan seru. Tim-tim ini tidak hanya beradu kecepatan, tetapi juga menunjukkan keterampilan mereka dalam mengendalikan perahu. Festival balap perahu Dhoni bukan hanya sebuah olahraga, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat Maladewa untuk menghormati profesi pelaut dan budaya tradisional mereka.
Festival-festival di Maladewa tak hanya menjadi acara budaya yang unik, tetapi juga kesempatan bagi wisatawan untuk mengeksplorasi keindahan spiritual dan identitas unik masyarakatnya. Dari festival keagamaan yang sakral hingga peristiwa bersejarah yang sarat makna, setiap festival memiliki kisahnya sendiri, yang memperkaya pengalaman wisata di negeri surgawi ini. Jika Anda mencari perjalanan yang tak hanya untuk bersantai tetapi juga untuk terhubung dengan budaya lokal, festival-festival di Maladewa pasti akan menjadi daya tarik tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/le-hoi-o-maldives-v16543.aspx
Komentar (0)