Lebih dari 536 juta orang menderita diabetes tipe 2 di seluruh dunia pada tahun 2021, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Penyakit ini menyebabkan banyak komplikasi serius seperti kerusakan pada mata, saraf, ginjal dan jantung.
Dalam konteks di mana pengobatan tradisional seringkali mahal dan terkadang menimbulkan efek samping, kunyit muncul sebagai solusi alami dan berbiaya rendah, sehingga menarik perhatian para ilmuwan dan masyarakat.

Tak hanya sebagai bumbu dapur, kunyit juga dapat berperan sebagai obat yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan (Foto: Unsplash).
Kunyit dan pengendalian berat badan pada penderita diabetes
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition & Diabetes pada tahun 2023 mengamati 20 studi klinis pada orang dengan pradiabetes dan diabetes tipe 2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kunyit atau kurkumin (bahan aktif utama dalam kunyit) membantu peserta kehilangan berat badan rata-rata 1,9 kg dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Khususnya, pada orang dengan indeks massa tubuh (IMT) di bawah 30, penurunan berat badan mencapai 2,2 kg. Pada kelompok pradiabetes, setelah 22 minggu penggunaan, mereka kehilangan rata-rata 2,5 kg dan lingkar pinggang hampir 3 cm.
Temuan ini menunjukkan bahwa kunyit mungkin memainkan peran pendukung dalam manajemen berat badan, faktor penting dalam pengendalian diabetes.
Beragam manfaat kurkumin
Manfaat kunyit tidak terbatas pada diabetes.
Sebuah meta-analisis tahun 2024 dalam Frontiers in Pharmacology , yang menganalisis 25 artikel, menemukan bahwa kurkumin dapat mengurangi penanda peradangan, yang dapat bermanfaat bagi orang dengan artritis reumatoid atau sindrom ovarium polikistik.
Mengenai kesehatan kardiovaskular, kurkumin membantu mengurangi tekanan darah sistolik sekitar 2 mmHg dan diastolik kurang dari 1 mmHg, sekaligus meningkatkan lipid darah dengan mengurangi kolesterol total, trigliserida, dan LDL (kolesterol jahat), sekaligus meningkatkan HDL (kolesterol baik).
Untuk kesehatan otak, kurkumin meningkatkan produksi protein BDNF, yang membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi pada beberapa kelompok, sekaligus meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.
Pada wanita muda dengan kram menstruasi atau sindrom pramenstruasi, kurkumin telah terbukti secara signifikan mengurangi intensitas nyeri dan gejala yang tidak menyenangkan.
Gunakan dengan hati-hati
Meskipun kunyit memiliki banyak kegunaan, para ilmuwan menekankan bahwa efektivitas rempah ini seringkali hanya sedang dan tidak dapat sepenuhnya menggantikan pengobatan medis tradisional.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah penggunaan kunyit secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping.
Menurut WebMD , dosis kurkumin hingga 8 gram per hari dianggap aman hingga 2 bulan, tetapi melebihi ambang batas ini dapat menyebabkan masalah. Mengonsumsi kunyit terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, mual, diare, sembelit, atau mulas.
Orang dengan riwayat keluarga batu ginjal atau penyakit kandung empedu juga harus berhati-hati, karena kurkumin dapat meningkatkan risiko batu ginjal atau menyebabkan kejang kandung empedu. Kurkumin juga mengganggu penyerapan zat besi, yang menyebabkan risiko anemia pada beberapa orang.
Menurut para ahli, orang dapat mengonsumsi suplemen kunyit melalui makanan sehari-hari mereka.
Mereka yang ingin mengonsumsi suplemen kurkumin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, terutama jika mereka sedang mengonsumsi obat diabetes, pengencer darah, atau memiliki penyakit hati atau ginjal.
Source: https://dantri.com.vn/suc-khoe/loai-gia-vi-trong-bep-co-loi-ich-than-ky-gia-re-day-cho-20250823235020783.htm
Komentar (0)