Dapur dan restoran kolektif perlu memastikan sumber bahan baku.
Menanggapi penemuan puluhan ribu ton minyak yang digunakan untuk memproduksi pakan ternak yang "diubah" menjadi minyak goreng untuk konsumsi manusia, menyusup ke dapur industri, restoran, dan unit produksi makanan, Departemen Keamanan Pangan ( Kementerian Kesehatan ) memperingatkan bahwa ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan keamanan pangan, yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
Menurut Departemen Keamanan Pangan, untuk minyak nabati yang digunakan dalam pengolahan makanan, suplementasi vitamin A (retinol) harus memenuhi standar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan ; suplementasi vitamin A dalam minyak nabati harus dideklarasikan sendiri oleh organisasi atau individu berdasarkan hasil uji laboratorium pengujian yang ditunjuk atau diakui yang memenuhi standar ISO 1702. Departemen tersebut menyatakan bahwa untuk minyak tersebut, produk tersebut dinyatakan mengandung vitamin A, tetapi hasil uji dari otoritas yang berwenang tidak menunjukkan kandungan tersebut.
Saat memilih minyak goreng, Anda perlu mengetahui asal usulnya dan memiliki faktur pembelian.
FOTO: LIEN CHAU
Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 15/2018/ND-CP, minyak goreng nabati termasuk dalam kelompok produk yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk pengelolaan keamanan pangan negara, meliputi seluruh mata rantai produksi, pengolahan, perdagangan, dan peredaran di pasar.
Terkait kesehatan konsumen, Departemen Keamanan Pangan merekomendasikan agar perusahaan produksi dan perdagangan pangan, terutama dapur umum dan pemasok makanan siap saji, saat menggunakan minyak goreng, meminta pemasok untuk mengklarifikasi deklarasi produk dan catatan bahan baku, alih-alih hanya mengandalkan kemasan dan label. Jangan menggunakan bahan-bahan yang tidak sesuai dengan tujuan yang dinyatakan dalam pengolahan pangan, meskipun faktur dan dokumen yang ada sudah mencukupi.
Minyak goreng sayur harus memenuhi standar keselamatan dengan batasan logam, batasan kontaminasi mikotoksin dalam makanan; aditif makanan, perasa; keamanan higienis untuk pengemasan... dan peraturan tentang pelabelan produk.
Departemen Keamanan Pangan menganjurkan agar produk pangan yang melanggar mutu didistribusikan melalui media sosial, pasar tradisional, dan dibawa ke dapur umum, kawasan industri, sekolah, dan sebagainya. Unit dan perusahaan penyedia makanan kolektif harus benar-benar menerapkan prinsip keamanan pangan, hanya mengimpor bahan dari pemasok yang memiliki reputasi baik dengan izin usaha dan sertifikat keamanan pangan, serta bahan yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau jamur.
Pada saat yang sama, unit dengan dapur kolektif dan menyediakan makanan kolektif perlu menandatangani kontrak untuk memasok bahan baku dengan unit yang berkomitmen untuk memastikan kualitas, memiliki inspeksi berkala, dan keterlacakan asal.
Prinsip saat menggunakan minyak goreng
Menurut Institut Gizi (Kementerian Kesehatan), saat menggunakan minyak goreng sayur, sebaiknya simpan di tempat sejuk dan kering, bukan di tempat yang terlalu panas, terhindar dari cahaya, dan tutup botol rapat-rapat setelah setiap penggunaan.
Sisa minyak dan lemak bekas menggoreng sebaiknya dibuang, sebab jika dibiarkan terlalu lama dalam suhu tinggi, vitamin dalam minyak akan rusak sehingga minyak goreng menjadi kurang bergizi.
Sebaliknya, di bawah pengaruh suhu tinggi (di atas 180 derajat Celsius), zat-zat dalam minyak akan mengalami reaksi dekomposisi atau sintesis dan menghasilkan zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh.
Saat memilih minyak goreng, Anda perlu memahami dengan jelas asal usulnya, dan harus memilih minyak goreng dari produsen yang memiliki reputasi baik.
Departemen Keamanan Pangan menekankan bahwa kepatuhan terhadap tujuan penggunaan bahan pangan yang benar bukan hanya persyaratan teknis, tetapi juga tanggung jawab hukum yang wajib.
Segala bentuk penggunaan bahan secara sengaja di luar peruntukan yang tercantum dalam Peraturan Perundang-undangan ini untuk pengolahan pangan, terutama apabila bahan tersebut tidak aman bagi konsumen, akan ditindak tegas oleh pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Apabila menemukan hal yang mencurigakan, masyarakat diimbau segera menginformasikan kepada pihak berwajib agar segera dilakukan penanganan sesuai ketentuan.
Sumber: https://thanhnien.vn/luu-y-khi-chon-mua-va-su-dung-dau-an-185250625185231343.htm
Komentar (0)