Meta (perusahaan induk Facebook) baru-baru ini memperkenalkan paket berlangganan bebas iklan bagi pengguna di Eropa. Sebagai gantinya, pemegang akun dapat memberikan izin untuk menggunakan data yang dikumpulkan untuk iklan bertarget agar dapat menggunakan jejaring sosial Facebook tanpa harus melihat konten bersponsor. Harga bulanan mulai dari $10,90 (€9,99) untuk versi web dan $14,20 untuk pengguna Android atau iOS.
Namun, layanan berbayar ini menghadapi gugatan hukum. Menurut Reuters, Pusat Hak Digital Eropa (NOYB) telah mengajukan gugatan terhadap pemerintah Austria, dengan alasan bahwa paket berlangganan tersebut sama saja dengan mengenakan biaya kepada pengguna untuk melindungi privasi mereka, sehingga bertentangan dengan hak persetujuan pengguna sebagaimana diatur dalam hukum Uni Eropa (UE).
Rencana Meta untuk Menagih Pengguna Facebook di Eropa Mungkin Tidak Berjalan Mulus
Felix Mikolasch, pengacara perlindungan data di NOYB, menyatakan ketidaksetujuan kelompoknya dengan pandangan Meta tentang "persetujuan". "Hukum Uni Eropa mewajibkan persetujuan diberikan atas kemauan bebas pengguna," ujarnya. "Sebaliknya, Meta mengenakan 'biaya privasi' hingga 250 euro per tahun bagi siapa pun yang ingin menggunakan hak fundamental mereka atas perlindungan data pribadi." Gugatan yang diajukan kepada Otoritas Perlindungan Data Austria ini tidak hanya mempertanyakan konsep biaya tersebut, tetapi juga jumlah uang yang tidak sedikit yang harus dibayarkan setiap tahun.
NOYB secara terbuka mengkritik biaya tersebut sebagai "tidak dapat diterima", mengutip penelitian yang menunjukkan 99% pengguna tidak bersedia membayar "biaya privasi". Organisasi tersebut juga memperingatkan potensi konsekuensi jika Meta diizinkan memungut biaya tersebut, karena bisnis dan pesaing lain akan segera mengikuti jejak Mark Zuckerberg.
"Dengan asumsi rata-rata ponsel memiliki 35 aplikasi terpasang, menjaga ponsel dalam mode privasi dapat menghabiskan biaya hingga $9.657 per tahun," kata NOYB. Jumlah ini setara dengan VND233,6 juta.
Menanggapi hal tersebut, Meta menyatakan bahwa model berlangganannya sejalan dengan peraturan Eropa dan menawarkan beragam pilihan kepada konsumen. Seorang juru bicara Meta mengatakan bahwa biaya yang mereka kenakan sejalan dengan struktur harga layanan serupa di Eropa, menekankan perlunya menyeimbangkan kepatuhan regulasi dengan preferensi konsumen.
NOYB, sebuah organisasi nirlaba yang dikenal sering mengajukan gugatan privasi terhadap sejumlah perusahaan teknologi besar (termasuk Google dan Meta), mendesak otoritas privasi Austria untuk segera mengambil tindakan terhadap rencana Meta dan mengenakan denda. Gugatan ini diperkirakan akan diteruskan ke otoritas di Irlandia, tempat kantor pusat Meta di Eropa berada.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)