Tung Duong dan MONO membawakan "Cosmic Signal" - sebuah lagu yang mengungkapkan kerinduan umat manusia untuk melihat alam semesta yang luas di luar sana dan mendapatkan wawasan tentang jiwa mereka sendiri.
Pada tanggal 16 November, penyanyi Tung Duong merilis album terbarunya , Multiverse, yang menampilkan 12 lagu: Rebirth (Tang Duy Tan), Phoenix Wings (Nguyen Anh Tu), Human Gene Code (musik oleh Nguyen Duy Hung, lirik oleh Sa Huynh), Cosmic Signal (musik oleh Nguyen Duy Hung, lirik oleh Sa Huynh), Stealing (NAN), Multiverse (Antoine Lai), Men Don't Need to Cry (Antoine Lai), Old Age (Antoine Lai), Illusion (Do Hoang Long), Reflection (Tung Duong), Twilight (Antoine Lai), Sowing Seeds (Tung Duong).

Semua lagu tersebut mengangkat pertanyaan tentang sifat manusia, kelangsungan hidup, dan makna kehidupan, kemampuan untuk melampaui batasan ruang hidup kita untuk mencapai alam semesta yang jauh, dan untuk kembali menjelajahi alam semesta batin di dalam setiap orang…
Secara khusus, lagu "Reflection, " yang digubah oleh Tung Duong, memiliki gaya neo-klasik yang berbeda dari struktur lagu pada umumnya. Seluruh lagu ini merupakan refleksi diri, sebuah pemeriksaan terhadap diri sendiri untuk lebih memahami keinginan, benar dan salah dalam hidup, dan kemudian menabur benih yang tumbuh, menjadi versi diri yang lebih baik.
Para musisi muda telah berkolaborasi dengan Tung Duong untuk menciptakan interaksi musik yang menggabungkan elemen klasik seperti suara orkestra simfoni, bersama dengan materi yang sepenuhnya baru mulai dari melodi hingga efek suara yang merangsang bagi pendengar.

Musik Multiverse memiliki semangat art-pop yang kuat, dengan sifat avant-garde, memadukan elemen pop, rock, dan banyak genre baru lainnya.
Kedua belas lagu dalam Multiverse dibagi menjadi dua bab. Enam lagu pertama menawarkan sekilas pandangan ke alam semesta luas yang dapat kita amati dan saksikan transformasinya yang konstan. Paruh kedua album ini menceritakan kisah alam semesta di dalam diri kita masing-masing, yang mencakup berbagai keadaan mental dan refleksi tentang kehidupan, diri kita sendiri, dan hubungan kita. Ini adalah alam semesta "batin", di mana kita mengarahkan semua indra kita untuk meninjau kembali jati diri kita yang sebenarnya.
Kedua alam semesta, eksternal dan internal, terwakili secara harmonis melalui alur musik yang halus dari awal hingga akhir. Pendengar dibawa melalui momen-momen kegembiraan yang intens, seperti alam semesta yang bergejolak hebat, namun juga momen-momen ketenangan yang lembut, seolah-olah jiwa terangkat oleh kedamaian alam semesta batin di dalam setiap individu.

Tung Duong melanjutkan kolaborasinya dengan Nguyen Huu Vuong dan Luu Quang Minh, yang telah berkontribusi pada kesuksesan album sebelumnya, Human . Selain itu, album ini juga menampilkan produser muda ternama seperti Drum7, Maiki, dan NAN, menciptakan perpaduan menarik antara generasi lama dan baru.
Yang menarik, Multiverse menampilkan MONO. Penyanyi itu mengaku merasa khawatir berkolaborasi dengan Tung Duong. Namun, ia terkejut karena Tung Duong menciptakan ruang bebas baginya untuk mengekspresikan kepribadiannya dalam lagu "Cosmic Signal ".
"Sebelumnya, citra Tung Duong di mata MONO agak serius, selalu rapi dan berkepribadian kuat. Saat kami berkesempatan 'berinteraksi,' MONO menyadari bahwa Tung Duong juga memiliki sisi yang ceria, periang, dan berpikiran terbuka. Ia juga memberikan banyak nasihat yang tak akan pernah dilupakan MONO tentang nyanyiannya, gaya bernyanyinya, dan pemikiran musiknya," - ungkap sang penyanyi MONO.
![]() | ![]() |
![]() | ![]() |
MV "Sayap Phoenix":
Foto: Panitia Penyelenggara
Sumber: https://vietnamnet.vn/tung-duong-ket-hop-voi-mono-truyen-di-tin-hieu-vu-tru-2342638.html










Komentar (0)