Sebuah kapal pengangkut gandum dari Ukraina melewati Selat Bosporus di Istanbul, Turki, 7 Agustus 2022. (Foto: Xinhua) |
Pada tanggal 25 Maret, AS mengatakan memiliki perjanjian terpisah dengan Ukraina dan Rusia untuk memastikan keselamatan maritim di Laut Hitam dan tidak menyerang fasilitas energi di kedua negara ini.
Pernyataan Gedung Putih mengatakan bahwa dalam pembicaraan terpisah dengan AS di Arab Saudi, Rusia dan Ukraina sepakat untuk memastikan keselamatan maritim, menghilangkan penggunaan kekuatan dan mencegah penggunaan kapal komersial untuk tujuan militer di Laut Hitam .
Selain itu, Washington akan membantu memulihkan akses ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk Rusia dan akan terus memfasilitasi negosiasi di kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian abadi.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa delegasi dari Rusia dan AS telah melakukan konsultasi teknis di Riyadh (Arab Saudi) dan mengirimkan laporan kepada para pemimpin masing-masing pihak. Hasil negosiasi tidak akan diumumkan.
“Teknis – artinya, negosiasi akan dilakukan secara rinci, jadi, tentu saja, isi negosiasi ini tidak akan dipublikasikan,” tegas Bapak Peskov...
Saat ini, laporan yang dikirim oleh delegasi ke Kremlin dan Gedung Putih sedang dianalisis. Baru setelah itu, informasi lebih lanjut akan tersedia.
Pada hari yang sama, kantor berita TASS mengutip Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari AS, Donald Trump, telah diberitahu mengenai hasil konsultasi Rusia-AS di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Fokus diskusi ini adalah memastikan keselamatan maritim di Laut Hitam.
Para negosiator Rusia telah menarik perhatian AS terhadap alasan penarikan Rusia dari kesepakatan tersebut, yang dikenal sebagai Inisiatif Gandum Laut Hitam, dengan mengatakan bahwa Moskow berharap "tidak akan ada ambiguitas kali ini."
Jika Rusia kembali berpartisipasi dalam perjanjian itu, Rusia perlu melihat jaminan yang ditetapkan dengan jelas.
Sementara itu, kantor berita Interfax mengutip Senator Rusia Vladimir Chizhov yang mengatakan bahwa Rusia dan AS tidak mengadopsi pernyataan bersama setelah 12 jam negosiasi di Arab Saudi pada 24 Maret karena sikap Ukraina.
Pejabat AS dan Rusia telah menyelesaikan pembicaraan sehari penuh yang difokuskan pada proposal gencatan senjata maritim kecil antara Kiev dan Moskow, bagian dari dorongan diplomatik yang diharapkan Washington akan membantu membuka jalan bagi pembicaraan damai yang lebih luas.
Sumber: https://nhandan.vn/my-ukraine-va-nga-nha-tri-dam-bao-an-toan-hang-hai-o-bien-den-post867702.html
Komentar (0)