“Lompatan kuantum” atas pengobatan konvensional
Dalam pengobatan multiple myeloma (kanker sumsum tulang), terapi CAR-T - dengan sel T yang membawa reseptor antigen yang dimodifikasi - sangat efektif ketika penyakit kambuh atau tidak merespons pengobatan lain.
Namun, proses pengobatan CAR-T tradisional sangat rumit: sel T dari pasien perlu diambil, kemudian dimodifikasi dan dikultur di luar tubuh, dan akhirnya diinfuskan kembali ke dalam tubuh pasien. Proses ini seringkali memakan waktu, mahal, dan membutuhkan persyaratan teknis yang tinggi.
ESO-T01 memiliki potensi terapeutik untuk mieloma multipel
ILUSTRASI: AI
Untuk mengatasi masalah ini, tim peneliti telah menerapkan metode yang disebut "CAR-T in-vivo" - yang dianggap sebagai terobosan baru. Alih-alih beroperasi di luar tubuh, dokter langsung memasukkan virus yang membawa "instruksi" untuk memproduksi CAR ke dalam tubuh. Sel T di dalam tubuh akan secara otomatis dikonversi menjadi CAR-T, tanpa harus melalui modifikasi atau proses kultur yang rumit seperti metode tradisional.
Virus yang diuji disebut ESO-T01, sejenis lentivirus yang dirancang khusus untuk menargetkan sel T dalam tubuh. Virus ini membawa kode genetik yang menciptakan CAR melawan BCMA, protein yang umum ditemukan pada sel mieloma multipel. Uji coba pada tikus menunjukkan bahwa ESO-T01 efektif dan aman.
Tumor membaik secara signifikan setelah 28 hari
Uji klinis pertama dilakukan pada empat pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit di Tiongkok dari November 2024 hingga Januari 2025. Mereka semua menderita mieloma multipel stadium lanjut, yang telah menyebar ke luar tulang, dan seringkali sangat sulit diobati. Mereka telah menerima setidaknya dua kali perawatan, tetapi penyakitnya terus berkembang. Beberapa pasien bahkan mengalami refrakter berat, setelah gagal menjalani terapi CAR-T sebelumnya.
Semua pasien dalam uji coba menerima satu dosis intravena ESO-T01, tanpa pengambilan sel atau kemoterapi persiapan sebelumnya. Mereka kemudian dipantau selama 24 jam dengan elektrokardiogram dan diisolasi selama 48 jam untuk memastikan keamanannya.
Hasil awal ini sangat menggembirakan. Namun, ini merupakan studi kelompok tunggal, terbuka, dan tanpa kontrol.
ILUSTRASI: AI
Setelah menerima ESO-T01, keempat pasien menunjukkan gejala peradangan akut dengan perkembangan yang serupa: menggigil, demam yang berlangsung 6-18 jam. Beberapa gejala lain seperti hipotensi, hipoksemia, kebingungan, sakit kepala... juga muncul pada 4 pasien pada hari-hari berikutnya; beberapa berat, beberapa ringan, tetapi semuanya dipantau secara ketat dan segera dikontrol, tidak mengancam jiwa.
Per 1 April 2025, 4 pasien telah menyelesaikan setidaknya 2 bulan masa tindak lanjut, dengan 2 pasien pertama telah menyelesaikan 3 bulan masa tindak lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi keempat orang tersebut telah membaik secara signifikan.
Secara spesifik, lesi intra dan ekstra skeletal pada 2 dari 4 pasien menghilang setelah 2 bulan. Khususnya, pasien nomor 2 mencapai perbaikan ini hanya setelah 28 hari. Ukuran tumor pada pasien 3 dan 4 berkurang secara signifikan, dan sumsum tulang bebas dari penyakit (MRD negatif) setelah 28 hari.
Menurut laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet (Inggris), sel CAR-T mulai muncul dalam darah sejak 4 Agustus, dan mencapai puncaknya pada hari ke 10-17.
Menurut evaluasi penelitian, ESO-T01 memiliki potensi terapeutik yang tinggi untuk mieloma multipel refrakter, dan merupakan teknologi dan terobosan baru yang sangat menjanjikan.
Hasil awal ini menggembirakan. Namun, ini merupakan studi kelompok tunggal, terbuka, dan tidak terkontrol. Oleh karena itu, studi lanjutan dengan jumlah yang lebih besar, periode tindak lanjut yang lebih lama, dan rancangan acak terkontrol diperlukan untuk memastikan efikasi dan keamanan jangka panjang.
Sumber: https://thanhnien.vn/loai-virus-moi-giup-dieu-tri-ung-thu-chi-sau-28-ngay-185250720173454242.htm
Komentar (0)