Baru-baru ini, di sekitar Lapangan Lam Son (kelurahan Dien Bien , kota Thanh Hoa, provinsi Thanh Hoa), banyak rambu lalu lintas "Dilarang Masuk" muncul.
Banyak rambu larangan P.101 muncul di jalan sekitar Alun-Alun Lam Son.
Oleh karena itu, di sepanjang jalan Phan Chu Trinh, Hac Thanh, Nguyen Don Tiet, Duong Dinh Nghe... "tiba-tiba" muncul rambu nomor P.101 (Menurut Peraturan Teknis Nasional QCVN 41:2019/BGTVT: Jalan terlarang; rambu jalan yang melarang semua kendaraan melaju di kedua arah, kecuali kendaraan prioritas menurut peraturan).
Jalan Phan Chu Trinh bersimpangan dengan Jalan Hac Thanh, tempat banyak kendaraan lalu lalang. Namun, rambu "dilarang masuk" membuat banyak orang bingung.
Pengamatan aktual menunjukkan bahwa selain rambu P.101, unit konstruksi juga memasang rambu tambahan di bawahnya, yaitu "Jalan pejalan kaki, pasar malam dari pukul 18.30 hingga 00.00 setiap hari Jumat dan Sabtu".
Perlu diketahui bahwa jalan khusus pejalan kaki ini belum resmi beroperasi. Oleh karena itu, penempatan rambu tersebut telah menimbulkan kehebohan di masyarakat. Di beberapa ruas jalan, unit konstruksi menggunakan selotip untuk menutupi rambu tambahan tersebut, sehingga rambu P.101 pun terlihat.
Tanda larangan dipasang di pintu masuk area Alun-Alun Lam Son.
Banyaknya rambu larangan jalan yang dipasang di jalan-jalan yang melewati Alun-alun Lam Son membuat banyak pengguna jalan terkejut dan bingung saat melintasi jalan-jalan tersebut.
Bapak Nguyen Van Nam, yang tinggal di Kota Thanh Hoa , berkata: "Saya tidak tahu apakah rambu-rambu itu untuk pejalan kaki atau apa karena saya belum mendengar pengumumannya. Beberapa rambu ditutup dengan pita biru, beberapa tidak. Kami tidak berani melewati area ini di malam hari."
Seorang perwakilan dari Pusat Kebudayaan, Informasi, Olahraga dan Pariwisata Komite Rakyat Kota Thanh Hoa mengatakan bahwa unit konstruksi sedang menyelesaikan infrastruktur, jalan belum resmi beroperasi.
Bapak Hoang Cao Thang, Direktur Pusat Kebudayaan, Informasi, Olahraga, dan Pariwisata Komite Rakyat Kota Thanh Hoa, mengatakan: "Jalan pejalan kaki ini saat ini sedang dalam tahap penyelesaian perencanaan dan investasi infrastruktur. Jika sudah beroperasi, kita harus menunggu keputusan dari otoritas yang berwenang."
Rambu-rambu itu seharusnya dipasang hanya setelah infrastruktur selesai, tetapi unit konstruksi memasangnya di sudut-sudut jalan, sehingga orang-orang merasa bahwa jalur pejalan kaki akan segera dibuka. "Kami mengusulkan untuk mencopot rambu-rambu tersebut," kata Bapak Thang.
Terkait hal ini, Letnan Kolonel Hoang Van Son - Kapten Polisi Lalu Lintas - Tim Ketertiban Umum Kepolisian Kota Thanh Hoa mengatakan: Pemasangan papan nama tersebut dilakukan oleh Komite Rakyat Kota untuk melayani proyek jalan setapak.
"Kami juga telah menerima informasi mengenai sistem rambu larangan ini dan akan berkonsultasi dengan pemerintah kota untuk mencopot rambu-rambu tersebut guna menghindari kesalahpahaman dan kemacetan di jalan-jalan yang telah dipasangi rambu tersebut. Polisi lalu lintas tidak akan menilang kendaraan yang memasuki jalan-jalan yang telah disebutkan di atas, tempat rambu-rambu tersebut telah dipasang," tegas Letnan Kolonel Son.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)