Pada tanggal 18 Januari, Majelis Nasional ke-15 secara resmi mengesahkan Undang-Undang Pertanahan yang telah direvisi. Salah satu isinya yang mendapat banyak perhatian adalah perubahan terkait hak-hak pengguna tanah.
Hak-hak pengguna tanah pada dasarnya dilindungi oleh kebijakan yang sama dengan undang-undang pertanahan saat ini. Undang-Undang Pertanahan yang telah direvisi menetapkan perubahan, penambahan, dan perluasan hak bagi pengguna tanah, termasuk yang berasal dari Vietnam.
Khususnya, mengenai hak dan kewajiban terkait penggunaan lahan bagi warga negara Vietnam yang bermukim di luar negeri: Selesaikan arahan agar warga negara Vietnam yang bermukim di luar negeri dengan kewarganegaraan Vietnam yang merupakan warga negara Vietnam memiliki hak penuh terkait dengan tanah (bukan hanya hak atas tanah tempat tinggal) seperti warga negara Vietnam di negara ini (individu domestik) dan pertahankan kebijakan yang sama seperti undang-undang saat ini bagi orang-orang asal Vietnam yang bermukim di luar negeri untuk berkontribusi dalam mempromosikan investasi dan menarik kiriman uang dari warga negara Vietnam yang bermukim di luar negeri ke negara ini.
Menurut Pasal 4, Pasal 3 Undang-Undang Kewarganegaraan Vietnam, orang-orang asal Vietnam yang bermukim di luar negeri adalah orang-orang Vietnam yang pernah memiliki kewarganegaraan Vietnam, yang kewarganegaraannya ditentukan oleh garis keturunan saat lahir, dan yang anak-cucunya bermukim dan hidup menetap di luar negeri.
Gedung apartemen di kawasan perkotaan Linh Dam (Foto: Tran Khang).
Dengan demikian, dapat dipahami secara sederhana bahwa keturunan orang-orang yang dahulu berkewarganegaraan Vietnam di luar negeri, sekalipun tidak lagi berkewarganegaraan Vietnam, tetap mempunyai hak penuh terkait tanah sebagaimana warga negara Vietnam di negara tersebut.
Karena perluasan subjek hak guna tanah, Undang-Undang ini juga memperluas kasus-kasus di mana Negara mengalokasikan tanah dengan retribusi penggunaan tanah. Berdasarkan pewarisan subjek yang menerima alokasi tanah dari Negara dengan retribusi penggunaan tanah sebagaimana tercantum dalam Pasal 55 Undang-Undang Pertanahan tahun 2013, Pasal 119 Undang-Undang Pertanahan hasil amandemen telah menambahkan sejumlah subjek yang menerima alokasi tanah dari Negara dengan retribusi penggunaan tanah.
Termasuk 2 kasus yang terkait dengan orang-orang asal Vietnam:
Pertama, masyarakat keturunan Vietnam yang bermukim di luar negeri dan lembaga ekonomi yang memiliki modal investasi asing diberikan alokasi tanah untuk melaksanakan proyek perumahan komersial sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perumahan; memanfaatkan tanah dari hasil penerimaan pengalihan proyek real estat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang usaha real estat, apabila tanah dialokasikan oleh Negara dengan dipungut biaya penggunaan tanah.
Kedua, rumah tangga, individu, dan masyarakat asal Vietnam yang bermukim di luar negeri dialokasikan tanah karena adanya kompensasi atas tanah ketika Negara mengambil kembali tanah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pertanahan yang telah diubah.
Undang-Undang tersebut juga menetapkan bahwa Komite Rakyat Distrik akan menerbitkan Sertifikat kepada pengguna tanah dan pemilik aset yang melekat pada tanah yang merupakan individu, komunitas perumahan, dan orang-orang asal Vietnam yang tinggal di luar negeri.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)