Apakah pengendara sepeda motor perlu menunjukkan sertifikat pelatihan lalu lintas jalan raya? (Sumber: TVPL) |
Apakah pengendara sepeda motor perlu menunjukkan sertifikat pelatihan lalu lintas jalan raya?
Sesuai dengan Surat Edaran 32/2023/TT-BCA, saat menghentikan kendaraan untuk pemeriksaan dalam kasus yang ditentukan oleh peraturan, petugas polisi lalu lintas akan memeriksa dokumen yang terkait dengan orang dan kendaraan, termasuk sertifikat pelatihan hukum lalu lintas jalan.
Secara spesifik, sertifikat pelatihan hukum lalu lintas jalan raya adalah sertifikat yang diberikan kepada seseorang yang memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Surat Edaran 06/2011/TT-BGTVT untuk mengemudikan sepeda motor khusus di jalan raya. (Pasal 2, Pasal 3 Surat Edaran 06/2011/TT-BGTVT)
Dalam Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Tahun 2008 dan Surat Edaran 06/2011/TT-BGTVT juga disebutkan bahwa sepeda motor khusus meliputi sepeda motor konstruksi, sepeda motor pertanian dan kehutanan, serta kendaraan khusus lainnya yang digunakan untuk keperluan pertahanan dan keamanan yang turut serta dalam lalu lintas jalan.
Oleh karena itu, hanya pengendara sepeda motor konstruksi, sepeda motor pertanian, dan kehutanan saja yang wajib memiliki sertifikat pelatihan pengetahuan lalu lintas jalan raya; sedangkan kendaraan bermotor jalan raya (termasuk mobil; traktor; trailer atau semi-trailer yang ditarik oleh mobil atau traktor; sepeda motor roda dua; sepeda motor roda tiga; sepeda motor, sepeda motor listrik, dan kendaraan sejenisnya dengan sepeda motor dan mobil) atau kendaraan jalan raya dasar (sepeda, sepeda motor, becak, kursi roda untuk penyandang cacat, kereta yang ditarik hewan, dan kendaraan sejenisnya) tidak perlu memiliki dokumen jenis ini.
Catatan: Penyerahan sertifikat pelatihan pengetahuan hukum lalu lintas jalan raya tidak berlaku bagi pengemudi sepeda motor khusus Kementerian Pertahanan Nasional dan Kementerian Keamanan Publik yang digunakan untuk tujuan pertahanan dan keamanan nasional.
Jenis dokumen yang diperiksa Polisi Lalu Lintas saat menghentikan kendaraan untuk diperiksa: (1) Surat Izin Mengemudi; (2) Sertifikat pelatihan hukum lalu lintas jalan raya, Lisensi, Sertifikat mengemudi sepeda motor khusus; (3) Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau fotokopi surat tanda nomor kendaraan bermotor yang telah dilegalisasi dengan tanda terima asli yang sah dari lembaga perkreditan (selama lembaga perkreditan tersebut memegang surat tanda nomor kendaraan bermotor yang asli). (4) Surat keterangan lulus uji, stempel uji keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan, surat keterangan keabsahan surat tanda lulus uji, dan stempel uji (bagi jenis kendaraan bermotor yang wajib dilakukan uji). (5) Sertifikat Asuransi Tanggung Jawab Hukum Perdata Wajib Pemilik Kendaraan Bermotor. (6) Dokumen lain yang relevan dan diperlukan sebagaimana ditentukan. Selain itu, ketika pangkalan data dihubungkan ke sistem identifikasi dan autentikasi elektronik dan informasi mengenai status dokumen ditentukan, pengendalian melalui pengecekan dan pembandingan informasi dokumen-dokumen tersebut dalam akun identifikasi elektronik sama berharganya dengan pengecekan dokumen secara langsung. (Poin a, Klausul 2, Pasal 12, Surat Edaran 32/2023/TT-BCA) |
Kapan polisi lalu lintas dapat menghentikan kendaraan untuk diperiksa?
Petugas polisi lalu lintas yang melaksanakan tugas patroli dan pengendalian sesuai rencana, diperkenankan menghentikan kendaraan untuk keperluan pengendalian dalam hal-hal sebagai berikut:
(1) Secara langsung mendeteksi atau melalui sarana dan peralatan teknis profesional mendeteksi dan mengumpulkan pelanggaran peraturan lalu lintas jalan dan pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya;
(2) Melaksanakan perintah dan rencana pengendalian umum kendaraan bermotor guna menjamin ketertiban, keselamatan, dan ketertiban umum lalu lintas dan masyarakat; rencana patroli, pengendalian, dan penanganan pelanggaran sesuai dengan isu tematik guna menjamin ketertiban, keselamatan, dan ketertiban umum lalu lintas dan masyarakat yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang;
(3) Terdapat permintaan tertulis dari Kepala atau Wakil Kepala instansi penyidik; permintaan tertulis dari instansi terkait untuk menghentikan kendaraan guna diperiksa dalam rangka tugas menjaga keamanan dan ketertiban; penanggulangan dan pencegahan kejahatan; pencegahan dan penanggulangan bencana alam, kebakaran, dan peledakan; pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit; penyelamatan dan pelanggaran hukum lainnya. Permintaan tertulis tersebut harus mencantumkan secara spesifik waktu, rute, kendaraan yang akan dihentikan untuk diperiksa, penanganan, dan pengerahan pasukan;
(4) Terdapat laporan, refleksi, rekomendasi, dan kecaman dari organisasi dan individu tentang pelanggaran hukum oleh orang dan kendaraan yang berpartisipasi dalam lalu lintas jalan.
(Pasal 1, Pasal 16, Surat Edaran 32/2023/TT-BCA)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)