Trump membuat pengumuman baru tersebut, setelah AS mengumumkan sanksi baru terhadap penjualan minyak Iran ke China bulan lalu - Foto: CNN
Pada 24 Juni, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Tiongkok kini dapat terus membeli minyak dari Iran. Hal ini dipandang sebagai keringanan sanksi yang dijatuhkan Washington, menurut kantor berita AFP.
"Tiongkok sekarang dapat terus membeli minyak dari Iran. Semoga mereka juga akan membeli banyak minyak dari Amerika Serikat," tulis Trump di platform Truth Social, saat pemimpin AS tersebut sedang dalam perjalanan untuk menghadiri KTT NATO di Den Haag.
Sebagai pelanggan utama minyak Iran, China baru-baru ini memberikan jalur hidup penting bagi Teheran, karena ekonominya menghadapi sanksi internasional yang ketat.
Menurut firma analitik Kpler, China membeli lebih dari 90% ekspor minyak Iran.
Pada bulan April, Beijing mengimpor 1,3 juta barel minyak mentah Iran per hari, turun dari level tertinggi lima bulan yang dicapai pada bulan Maret.
Namun bulan lalu AS mengumumkan sanksi baru terhadap penjualan minyak Iran ke Tiongkok, bagian dari kampanye “tekanan maksimum” pemerintahan Trump terhadap Teheran.
Tiongkok mengecam serangan udara AS baru-baru ini terhadap fasilitas nuklir Iran dan mendesak pihak-pihak di kawasan, terutama Israel, untuk meredakan ketegangan. Beijing juga menyerukan solusi politik untuk membantu mempertahankan gencatan senjata.
Namun, menurut para analis, konflik antara Iran dan Israel telah secara serius mengurangi pengaruh China di kawasan tersebut.
Menurut AFP, harga minyak anjlok sementara pasar saham naik pada 24 Juni, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata antara Iran dan Israel berlaku, meskipun sebelumnya mengkritik kedua negara karena melanggarnya.
Harga minyak turun lebih lanjut setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa China dapat terus membeli minyak dari Iran, dengan demikian meyakinkan pasar tentang pasokan minyak di Timur Tengah.
Minyak mentah Brent turun 4,5% menjadi $68,26 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 4,6% menjadi $65,34 per barel, setelah jatuh karena gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Israel.
Kembali ke topik
TENANG
Sumber: https://tuoitre.vn/ong-trump-bat-ngo-noi-trung-quoc-co-the-mua-dau-mo-iran-gia-dau-giam-manh-20250624213421941.htm
Komentar (0)