Tarif baru yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada mobil impor ke AS kemungkinan akan menyebabkan produsen mobil asing kesulitan dan terpaksa mencari solusi dalam waktu dekat.
Mobil-mobil baru yang diproduksi diangkut di Taman Industri Keihin di Kota Kawasaki (Jepang) - Foto: Reuters
Pada 18 Februari, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia bermaksud mengenakan tarif "sekitar 25%" pada mobil impor ke AS, yang diperkirakan akan berlaku mulai 2 April. Tarif baru ini menunjukkan bahwa Trump masih berupaya mencapai tujuannya untuk membawa kembali industri-industri strategis ke AS.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa tarif baru tersebut, yang dikombinasikan dengan tarif sebelumnya, dapat berdampak luas pada produsen mobil di seluruh dunia .
Dampak Potensial
Dengan tarif baru tersebut, produsen mobil Eropa terus menjadi salah satu yang paling merugi karena AS merupakan pasar ekspor yang sangat penting bagi mobil mereka, khususnya produsen mobil Jerman.
Menurut Bloomberg, mobil menyumbang 10% dari total ekspor Eropa ke AS. Data dari platform riset industri otomotif JATO Dynamics juga menunjukkan bahwa mobil dari tiga produsen mobil terbesar Jerman (BMW, Mercedes-Benz, dan Volkswagen) akan menyumbang 73% dari total kendaraan yang diekspor dari Uni Eropa (UE) ke AS pada tahun 2024.
Tarif Trump dapat menyebabkan penurunan penjualan mobil di AS, yang akan menciptakan tantangan lain bagi produsen mobil Eropa. Riset Bloomberg menemukan bahwa tarif 10% hingga 20% untuk mobil dapat memangkas penjualan sebesar 1,1% hingga 2,1% dan laba operasional sebesar 3,3% hingga 6,6%.
Tidak hanya Eropa, Korea Selatan dan Jepang adalah dua negara yang juga akan sangat terpengaruh oleh peraturan pajak baru Trump terhadap mobil impor.
Data dari firma analitik GlobalData menunjukkan bahwa jumlah mobil yang diproduksi di kedua negara Asia Timur tersebut akan mencapai 16,8% dari total mobil yang terjual di AS pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, Korea Selatan menyumbang 8,6%, menempati posisi kedua setelah Meksiko di antara eksportir mobil ke AS. Jepang menyusul Korea Selatan dengan 8,2%.
Menurut CNBC, Jepang hanya memiliki tarif pajak 2,5%, sementara mobil yang diekspor ke AS dari Korea Selatan dibebaskan dari pajak. Berkat keunggulan ini, sejumlah raksasa otomotif AS telah memilih kedua negara Asia Timur tersebut sebagai lokasi pabrik mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut GlobalData, penjualan kendaraan buatan Korea oleh General Motors di AS akan meningkat dari 173.000 pada tahun 2019 menjadi lebih dari 407.000 pada tahun 2024. GM juga merupakan investor asing langsung terbesar di industri manufaktur Korea Selatan.
Mencari solusi
Namun, para analis menunjukkan bahwa industri otomotif dapat beradaptasi dengan tarif baru, tetapi akan memakan waktu.
"Industri otomotif dapat beradaptasi dengan apa pun. Industri ini akan selalu memproduksi produk yang ingin dibeli pelanggan, karena mobilitas pribadi dan transportasi merupakan kebutuhan manusia di seluruh dunia," kata Terence Lau, mantan analis perdagangan di Ford Motor Company.
Para ahli juga percaya bahwa produsen mobil asing kemungkinan akan memilih untuk mengumumkan rencana untuk memperluas atau membangun pabrik baru di AS dalam beberapa bulan mendatang.
Berbicara kepada Nikkei Asia, Shinji Aoyama, wakil presiden eksekutif produsen mobil Jepang Honda, mengatakan perusahaan sedang mencoba memindahkan sebanyak mungkin produksinya di Meksiko dan Kanada ke Amerika Serikat pada akhir Februari tahun ini.
Nissan memiliki rencana serupa. "Jika tarif tinggi diberlakukan, kami perlu mempertimbangkan secara internal bagaimana kami dapat memproduksi produk yang saat ini kami ekspor di negara lain, memantau situasi dengan cermat, dan mengambil keputusan," ujar CEO Nissan Makoto Uchida kepada Nikkei Asia.
Pemerintah juga diharapkan akan segera merespons untuk menemukan solusi atas tarif pajak baru ini. Segera setelah Trump mengumumkan akan mengenakan pajak atas mobil impor, Jepang pun merespons.
"Kami telah menyampaikan masalah ini kepada pemerintah AS, mengingat pentingnya industri otomotif negara ini. Jepang juga akan mempertimbangkan dengan saksama detail spesifik tarif baru dan dampaknya, lalu merespons dengan tepat," Japan Times mengutip Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi dalam konferensi pers pada 19 Februari.
Setelah mobil akan...?
Tak hanya mobil, Trump juga mengumumkan akan mengenakan pajak 25% atas produk farmasi yang diimpor dari negara lain ke AS. Menurut data AS, pada tahun 2023 saja, negara tersebut membeli obat-obatan dan barang terkait senilai lebih dari 176 miliar dolar AS.
Perusahaan-perusahaan Eropa, India, dan Tiongkok kemungkinan akan paling terdampak oleh tarif baru ini. Pada tahun 2023, Irlandia akan menyumbang 20,4% impor farmasi ke AS, diikuti oleh 10,8% dari Jerman, 8,6% dari Swiss, 6,2% dari India, dan 3,4% dari Tiongkok, menurut CNN.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/ong-trump-tang-thue-xe-ngoai-lao-dao-20250220002257432.htm
Komentar (0)