Menara Eiffel di Paris, Prancis
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa kasus tersebut sedang diselidiki sebagai kemungkinan pengaruh asing dalam urusan Prancis.
Sekitar pukul 9 pagi tanggal 1 Juni, tiga orang ditemukan membuang lima peti mati seukuran manusia di Quai Branly dekat kaki Menara Eiffel, salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi di dunia .
Peti mati itu berisi plester, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Sopir truk yang membawa peti mati ditangkap di dekat lokasi kejadian. Ia mengaku kepada polisi bahwa ia dibayar 40 euro untuk mengangkut dua orang lainnya dan peti mati tersebut.
Pengemudinya baru tiba di Paris dari Bulgaria pada sore sebelumnya.
Dua lainnya ditangkap saat mereka bersiap berangkat ke Berlin, Jerman.
Satu dari ketiganya adalah warga negara Prancis, satu lagi warga negara Ukraina, dan yang ketiga warga negara Jerman.
Selain pembuangan peti mati di dekat Menara Eiffel, otoritas Prancis juga mencurigai adanya keterlibatan asing dalam vandalisme baru-baru ini, termasuk lukisan tangan merah di Museum Peringatan Holocaust di Paris bulan lalu. Tiga tersangka dalam kasus tersebut diyakini telah melarikan diri ke luar negeri.
Prancis mencurigai Rusia berada di balik pengecatan semprot puluhan Bintang Daud pada gedung-gedung di Paris dan sekitarnya tak lama setelah Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan Hamas di Prancis selatan pada 7 Oktober 2023. Rusia membantah terlibat dalam vandalisme tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/phap-bat-3-nguoi-trong-vu-vut-quan-tai-gan-chan-thap-eiffel-185240602212725477.htm
Komentar (0)