(NLDO) - Gelombang geologi telah mengungkapkan bahwa inti bumi tidak hanya mengubah kecepatan rotasinya tetapi juga mengubah bentuknya.
Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Geoscience menunjukkan bahwa inti dalam - "jantung" Bumi bukanlah bola padat yang halus, tetapi terus-menerus menggembung di sana-sini seiring waktu.
Bumi memiliki "jantung" yang terus berubah - Ilustrasi AI: Thu Anh
Bumi kita terdiri dari lima lapisan utama: kerak, mantel atas (mantel dangkal), mantel bawah (mantel dalam), inti luar, dan inti dalam.
Inti bumi disebut "jantung" bumi bukan hanya karena terletak di pusat bola bumi, tetapi juga karena memengaruhi fungsi planet itu sendiri.
Ini adalah salah satu mesin paling misterius dalam geofisika, berputar cepat di bawah kaki kita, diyakini berbentuk bola logam padat yang terbungkus dalam inti luar yang meleleh.
Inti dalam ini adalah pusat yang mengoordinasikan "perilaku" Bumi seperti panjang hari dan fluktuasi medan magnet.
Dalam sebuah studi baru, ahli geofisika John Vidale dari Universitas California Selatan (AS) menganalisis data dari 168 pasang gempa bumi berturut-turut yang terjadi di seluruh planet.
Sepasang gempa bumi adalah dua gempa bumi yang identik dalam ukuran, jenis, lokasi, dll., yang membantu menghubungkan setiap perubahan yang diamati dalam jalur gelombang seismik, yang akan mencerminkan perubahan dalam lingkungan yang dilaluinya.
Menurut Science Alert , data baru ini telah membantu mereka mengonfirmasi sekali lagi bahwa inti dalam ini tidak berotasi selaras dengan bagian dunia lainnya.
Yang lebih penting, data tersebut mencerminkan bahwa inti bagian dalam tidak selalu bulat sempurna, tetapi terus-menerus menggembung dan cekung di berbagai tempat, sebagai semacam respons terhadap operasi inti luar yang meleleh.
Hal ini mendorong para ilmuwan untuk menyimpulkan bahwa "jantung" Bumi bukanlah massa besi-nikel padat seperti yang kita bayangkan. Setidaknya permukaan intinya cukup lunak, dengan logam-logam berada tepat pada titik lelehnya.
Penemuan-penemuan baru ini memberikan kontribusi besar terhadap penyesuaian model-model geofisika, sekaligus menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi di planet kita sejak terbentuknya hingga sekarang, yang telah memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan kehidupan.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/phat-hien-bat-ngo-lien-quan-den-trai-tim-cua-trai-dat-196250213104859807.htm
Komentar (0)