Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu pada tanggal 5 Desember memerintahkan penyelidikan setelah militer negara itu mengakui secara keliru melancarkan serangan udara pada festival Muslim di desa Tudun Biri, negara bagian Kaduna, menurut AFP.
Tentara Nigeria secara keliru menyerang tempat festival Muslim
Serangan pada 3 Desember menewaskan sedikitnya 85 warga sipil, termasuk banyak perempuan dan anak-anak. Angka tersebut diberikan oleh penduduk setempat, sementara militer tidak memberikan angka spesifik. Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) menyatakan terus mencari jenazah sambil menerima laporan dari otoritas setempat bahwa 85 jenazah telah dikubur. Sebanyak 66 orang lainnya terluka dan sedang dirawat di rumah sakit.
Militer telah mengakui bahwa drone mereka secara tidak sengaja mengenai alamat tersebut. Petugas tanggap darurat sedang berdiskusi dengan para tokoh masyarakat untuk meredakan situasi.
AFP mengutip pernyataan warga Idris Dahiru, yang kehilangan banyak kerabat dalam insiden tersebut, yang mengatakan: "Saya berada di rumah ketika bom pertama dijatuhkan. Kami bergegas ke lokasi kejadian untuk membantu warga terdampak ketika bom kedua jatuh."
Presiden Tinubu menyebut insiden itu sangat disayangkan, mengkhawatirkan, dan menyakitkan. Ia mengungkapkan kemarahan dan kesedihan atas hilangnya nyawa yang tragis tersebut.
Militer Nigeria secara rutin melancarkan serangan udara terhadap kelompok kriminal di wilayah barat laut dan pemberontak di wilayah timur laut, tempat konflik telah berkecamuk selama lebih dari satu dekade. Lebih dari 40.000 orang tewas dan 2 juta orang mengungsi sejak 2009.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)