Pada pagi hari tanggal 27 Juni, dengan 447/454 delegasi hadir dan mendukung, Majelis Nasional mengesahkan Undang-Undang Jalan Raya.
Sebelumnya, saat menyampaikan laporan ringkasan yang menjelaskan, menerima, dan merevisi rancangan Undang-Undang Jalan, Ketua Komite Pertahanan dan Keamanan Majelis Nasional Le Tan Toi mengatakan bahwa mengenai tingkat teknis jalan, ada pendapat yang menyarankan penambahan jalan berkecepatan tinggi untuk mencakup semua jenis jalan dan mengatur lalu lintas dengan tepat.
Majelis Nasional mengesahkan Undang-Undang Jalan Raya (Foto: Majelis Nasional).
Panitia Tetap Majelis Nasional mengatakan, untuk menetapkan penambahan jenis tingkat teknis jalan baru, perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi secara cermat serta membangun sistem standar dan regulasi teknis.
Di sisi lain, jalan kelas I dirancang untuk kecepatan maksimum 120 km/jam. Merujuk pada peraturan beberapa negara di kawasan seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok, tidak ada peraturan dan standar terpisah untuk jalan berkecepatan tinggi. Oleh karena itu, Komite Tetap Majelis Nasional mengusulkan agar Majelis Nasional tidak menambahkan tingkat jalan ini dalam rancangan Undang-Undang.
Terkait dengan biaya lalu lintas dalam kota, ada usulan untuk menambah regulasi mengenai biaya lalu lintas dalam kota yang diterapkan pada mobil pribadi yang memasuki kawasan perkotaan tertentu pada kurun waktu tertentu untuk membatasi perkembangan kendaraan pribadi yang berlebihan, sehingga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan;
Sekaligus menambah pendapatan anggaran negara guna meningkatkan dukungan bagi pengembangan prasarana jalan dan sistem angkutan umum di wilayah perkotaan.
Komite Tetap Majelis Nasional berpendapat bahwa pengaturan mengenai tarif lalu lintas dalam kota tidak termasuk dalam rancangan Undang-Undang dan perlu dikaji lebih lanjut serta dikaji secara cermat dampaknya. Oleh karena itu, Komite Tetap Majelis Nasional mengusulkan agar Majelis Nasional tidak menetapkan hal ini dalam rancangan Undang-Undang.
Terkait kegiatan angkutan jalan, diusulkan penambahan ketentuan mengenai jenis usaha angkutan wisata ; penambahan jenis usaha angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor roda 4 bertenaga listrik yang beroperasi di daerah terbatas pada Pasal 6; usulan penambahan ketentuan yang lebih ketat mengenai jenis usaha angkutan penumpang berdasarkan kontrak.
Menerima pendapat para anggota DPR, Panitia Tetap DPR menambahkan jenis kendaraan bermotor roda empat pada Pasal 5 dan pasal-pasal terkait pada Pasal 56;
Pada saat yang sama, laporan tersebut menambahkan sebagai berikut: Rancangan Undang-Undang tersebut telah menetapkan bahwa kendaraan kontrak dan kendaraan wisata adalah kendaraan kontrak karena kedua jenis ini memiliki karakteristik dan sifat yang serupa dalam hal penyelenggaraan transportasi; memiliki cakupan operasi, objek layanan, dan bentuk kontrak yang serupa antara unit usaha transportasi dan penyewa transportasi. Meskipun kedua jenis ini secara umum ditetapkan sebagai kendaraan kontrak, keduanya tetap diprioritaskan untuk beroperasi di kawasan wisata, tempat wisata, dan mengangkut wisatawan sesuai peraturan yang berlaku...
Terkait usulan untuk mengatur bisnis angkutan penumpang berdasarkan kontrak secara lebih ketat, Komite Tetap Majelis Nasional berpendapat bahwa peraturan khusus akan ditetapkan secara rinci oleh Pemerintah sesuai dengan Pasal 14 Pasal ini dan praktik manajemen lembaga negara. Oleh karena itu, Komite Tetap Majelis Nasional mengusulkan agar Majelis Nasional mempertahankan isi ini sebagaimana tercantum dalam rancangan Undang-Undang yang diajukan kepada Majelis Nasional untuk disetujui.
Terdapat usulan penambahan 2 isi pada Pasal 8, yaitu: Negara mendorong pengembangan angkutan penumpang dengan bus di wilayah perkotaan dan menugaskan Pemerintah untuk menerbitkan mekanisme dan kebijakan guna mendorong pengembangan angkutan bus di wilayah perkotaan.
Menerima pendapat para Anggota DPR, Panitia Tetap DPR memerintahkan untuk melakukan revisi dan penambahan Pasal 56 Ayat 8 Rancangan Undang-Undang tersebut untuk disampaikan kepada DPR guna mendapat persetujuan.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/xa-hoi/quoc-hoi-thong-qua-luat-duong-bo-chua-quy-dinh-phi-giao-thong-noi-do-20240627093417085.htm
Komentar (0)