Sehubungan dengan itu, Keputusan No. 232/2025/ND-CP mengubah dan melengkapi Pasal 14 Keputusan No. 24/2012/ND-CP dengan tujuan menghapuskan kegiatan Bank Negara yang "menyelenggarakan ekspor emas mentah dan mengimpor emas mentah untuk memproduksi emas batangan". Perubahan dan penambahan ini sejalan dengan tujuan penghapusan mekanisme monopoli negara dalam ekspor emas mentah dan impor emas mentah untuk memproduksi emas batangan.
Penerbitan batas tahunan dan lisensi untuk setiap impor dan ekspor emas batangan
Selain itu, Keputusan No. 232/2025/ND-CP juga melengkapi Klausul 1, Pasal 14 tentang Bank Negara yang memberikan batasan tahunan dan izin untuk setiap ekspor, impor emas batangan, dan impor emas mentah kepada badan usaha dan bank umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11a Keputusan ini (yang merupakan badan usaha dan bank umum yang memiliki izin untuk memproduksi emas batangan). Penambahan ketentuan ini sejalan dengan arahan dalam Pemberitahuan No. 211-TB/VPTW tentang penghapusan mekanisme monopoli ekspor emas mentah dan impor emas mentah untuk memproduksi emas batangan secara terkendali dengan prinsip bahwa Negara tetap mengelola melalui perizinan.
Syarat Pemberian Izin Ekspor dan Impor Emas Mentah
Selain itu, untuk meningkatkan publisitas dan transparansi dalam proses implementasi, Bank Negara telah mengalihkan peraturan tentang persyaratan pemberian izin ekspor dan impor emas mentah yang saat ini diatur dalam Surat Edaran No. 16/2012/TT-NHNN tanggal 25 Mei 2012 yang mengatur sejumlah pasal dalam Keputusan No. 24/2012/ND-CP ke peraturan dalam Klausul 4, 5, 6, 7, Pasal 14 Keputusan No. 232/2025/ND-CP. Secara spesifik, sebagai berikut:
Pasal 14. Ekspor dan impor emas
1. Bank Negara wajib memberikan batasan tahunan dan izin sekali saja kepada badan usaha dan bank umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11a Keputusan ini untuk melakukan ekspor dan impor emas batangan; memberikan batasan tahunan dan izin sekali saja kepada badan usaha dan bank umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11a Keputusan ini untuk melakukan impor emas mentah.
2. Berdasarkan tujuan kebijakan moneter dan kondisi penawaran dan permintaan emas pada setiap periode, Bank Negara akan memberikan izin impor emas mentah kepada badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, 5, dan 6 Pasal ini, serta memberikan izin ekspor emas mentah kepada badan usaha pemegang izin pertambangan emas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Pasal ini. Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, 5, dan 7 Pasal ini wajib memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Pasal 11a, Ayat 1, Butir c Keputusan ini.
3. Kegiatan Bank Negara yang melakukan ekspor dan impor emas mentah dibebaskan dari pajak ekspor dan impor sesuai dengan keputusan Perdana Menteri .
4. Perusahaan perdagangan emas yang memiliki kontrak pengolahan emas perhiasan dan seni rupa dengan luar negeri dapat dipertimbangkan oleh Bank Negara untuk diberikan izin impor sementara emas mentah untuk diekspor kembali apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Memiliki Sertifikat Kelayakan Produksi Perhiasan Emas dan Seni Rupa yang diterbitkan oleh Bank Negara;
b) Kebutuhan impor emas mentah sesuai dengan kontrak pengolahan emas perhiasan dan seni rupa dengan luar negeri.
5. Setiap tahun, Bank Negara akan mempertimbangkan pemberian izin impor emas mentah kepada badan usaha penanaman modal asing berdasarkan kapasitas produksi dan laporan ekspor emas perhiasan dan seni rupa tahun sebelumnya (jika ada) apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) Merupakan suatu usaha yang terdaftar untuk memproduksi perhiasan emas dan karya seni rupa;
b) Kebutuhan impor emas mentah cocok untuk kontrak pengolahan emas perhiasan dan seni rupa.
6. Perusahaan yang melakukan investasi di luar negeri di bidang pertambangan emas dan bermaksud mengimpor emas hasil tambang di luar negeri akan dipertimbangkan oleh Bank Negara untuk diberikan izin impor emas mentah apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Merupakan badan usaha yang telah mendaftarkan kegiatan usaha pertambangan emas dalam Sertifikat Penanaman Modal;
b) Emas mentah yang diharapkan diimpor ditambang oleh perusahaan di luar negeri atau dibagi menjadi produk sesuai dengan perjanjian penambangan emas di luar negeri.
7. Perusahaan pemegang izin pertambangan emas dapat dipertimbangkan oleh Bank Negara untuk diberikan izin ekspor emas mentah hasil tambangnya apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Merupakan badan usaha penanaman modal asing yang memiliki izin usaha pertambangan emas;
b) Emas mentah yang diharapkan untuk diekspor ditambang di dalam negeri oleh perusahaan.
8. Ekspor dan impor emas mentah dalam bentuk bubuk, larutan, serpihan solder, garam emas, dan produk perhiasan emas setengah jadi dilakukan sesuai dengan Tanda Daftar Usaha.
9. Gubernur Bank Negara menetapkan tata cara pemberian Izin Ekspor Impor Emas, tata cara pemberian Izin Ekspor Impor Emas, dan tata cara pemberian Izin Ekspor Impor Emas.
10. Kewajiban badan usaha dan bank umum yang memperoleh izin ekspor dan impor emas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Pasal ini:
a) Hanya emas batangan dan emas mentah dengan kadar 99,5% atau lebih yang boleh diimpor;
b) Mengumumkan standar, massa, dan kadar yang berlaku terhadap emas batangan dan emas mentah impor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan bertanggung jawab di hadapan hukum atas standar, massa, dan kadar yang berlaku terhadap produk impor yang diumumkan sesuai dengan standar, massa, dan kadar yang diumumkan;
c) Menyusun dan melaporkan kepada Bank Negara peraturan internal mengenai ekspor, impor, dan langkah-langkah untuk menjamin keamanan dalam kegiatan ekspor dan impor emas;
d) Menyusun peraturan internal tentang penjualan emas mentah untuk menjamin publisitas dan transparansi; mengumumkan kepada publik informasi tentang penjualan emas mentah, hak dan kewajiban pelanggan; menyimpan data lengkap dan akurat tentang ekspor, impor, serta pembelian dan penjualan emas mentah;
d) Menggunakan emas mentah impor untuk tujuan berikut:
d1) Produksi emas batangan;
d2) Produksi perhiasan emas dan seni rupa;
d3) Menjual kepada perusahaan dan bank komersial yang memiliki izin untuk memproduksi emas batangan;
d4) Menjual kepada perusahaan yang diberikan Sertifikat kelayakan untuk memproduksi perhiasan emas dan karya seni rupa.
e) Membangun sistem informasi untuk memproses dan menyimpan data ekspor, impor, dan perdagangan emas mentah dengan konten dasar meliputi informasi mitra, volume, kandungan, dan nilai transaksi; terhubung untuk menyediakan informasi kepada Bank Negara sesuai dengan peraturan Gubernur Bank Negara;
g) Mematuhi ketentuan Keputusan ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait.
Sumber: https://phunuvietnam.vn/quy-dinh-moi-ve-xuat-nhap-khau-vang-20250826223911645.htm
Komentar (0)