Setiap anak bisa menguasai keterampilan jika orang tua mendidiknya dengan baik - Foto: Orang Tua
Keterampilan sosial perlu terus dikembangkan seiring pertumbuhan anak. Keterampilan ini terus berkembang seiring bertambahnya usia dan dapat dipelajari serta diperkuat dengan usaha dan latihan.
Setiap anak dapat mempelajari keterampilan jika orang tua mendidiknya dengan benar.
Anak-anak perlu belajar berbagi.
Bersedia berbagi makanan ringan atau mainan dapat sangat membantu anak Anda dalam menjalin dan mempertahankan teman.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science , anak-anak berusia 2 tahun dapat menunjukkan keinginan untuk berbagi dengan orang lain, tetapi biasanya hanya ketika mereka memiliki lebih dari cukup.
Jangan paksa anak Anda untuk berbagi, tetapi Anda sering kali bisa menunjukkan kepada mereka hal-hal indah yang datang dari berbagi. Ketika anak Anda tahu cara berbagi, pujilah mereka dan jelaskan bagaimana tindakan mereka membantu orang lain, misalnya, "Kamu tahu cara berbagi dengan temanmu. Aku yakin temanmu akan sangat senang. Ini hal yang baik untukmu."
Bekerja sama
Kerja sama berarti bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Anak-anak yang bekerja sama akan menghormati permintaan orang lain dan berkontribusi, berpartisipasi, serta membantu. Keterampilan kerja sama yang baik sangat penting untuk berhasil berintegrasi dalam suatu komunitas.
Kerjasama juga mengajarkan anak untuk bersikap positif saat menghadapi kesulitan, bahwa bergembira atas keberhasilan orang lain tidak mengurangi harga dirinya.
Orang tua hendaknya berbicara kepada anak-anak mereka tentang pentingnya kerja sama tim dan kerja sama, serta bagaimana pekerjaan akan lebih baik jika semua orang ikut serta. Menciptakan kesempatan bagi seluruh keluarga untuk bekerja sama, seperti menyiapkan makanan atau mengerjakan pekerjaan rumah, memberi anak-anak latihan dalam lingkungan terdekat mereka.
Mendengarkan
Mendengarkan bukan hanya tentang diam, tetapi benar-benar memahami apa yang dikatakan orang lain. Ini merupakan elemen penting dalam komunikasi yang sehat dan membangun empati. Anak yang tidak dapat mendengarkan dan memahami perkataan orang lain akan kesulitan menunjukkan rasa empati atau keinginan untuk membantu.
Orang tua dapat mengembangkan keterampilan mendengarkan pada anak-anak dengan membacakan buku untuk mereka, sesekali berhenti dan meminta mereka untuk menceritakan kembali apa yang baru saja Anda bacakan. Bantu anak Anda melengkapi detail yang kurang dan dorong mereka untuk terus mendengarkan.
Jangan biarkan anak Anda menyela saat orang lain berbicara, atau mengambil perangkat teknologi saat Anda sedang berbicara.
Ikuti petunjuknya
Anak-anak yang tidak mampu mengikuti arahan dapat mengalami berbagai masalah, mulai dari mengulang pekerjaan rumah hingga berperilaku buruk. Untuk membantu anak mengembangkan keterampilan ini, orang tua perlu memberikan arahan yang tepat.
Berikan hanya satu permintaan pada satu waktu, biarkan anak Anda menyelesaikannya, lalu berikan permintaan berikutnya. Ingatlah bahwa wajar bagi anak-anak untuk melakukan kesalahan, mudah teralihkan, bertindak impulsif, dan melupakan instruksi. Gunakan kesempatan ini untuk membantu anak Anda melatih keterampilan, dan pujilah mereka ketika mereka berhasil.
Hargai ruang pribadi
Ajari anak Anda untuk menghormati ruang pribadi orang lain, tetapkan aturan keluarga seperti mengetuk pintu yang tertutup dan tidak menyentuh orang asing. Jika anak Anda mengambil barang dari tangan orang lain atau mendorongnya saat mereka tidak sabar, gunakan hukuman untuk menghentikan perilaku ini.
Ada banyak situasi yang bisa Anda ciptakan untuk membantu anak Anda berlatih menghormati ruang pribadi yang berbeda. Seiring bertambahnya usia anak Anda, Anda dapat menjelaskan konsep batasan, termasuk menetapkan batasan untuk diri sendiri dan menghormati batasan orang lain.
Kontak mata
Beberapa anak kesulitan menatap lawan bicaranya. Kontak mata merupakan keterampilan penting yang perlu dipelajari anak. Untuk anak yang pemalu, ingatkan mereka dengan lembut alih-alih memarahi mereka, dan pujilah mereka ketika mereka berhasil.
Perilaku yang pantas
Belajar mengatakan "tolong", "terima kasih", dan memiliki tata krama yang baik sangat membantu anak. Semua orang menghormati anak yang tahu cara berperilaku baik.
Mengajarkan sopan santun kepada anak kecil bisa jadi sulit. Terkadang mereka tidak menyadari sopan santun mereka. Namun, orang tua perlu mengajari anak-anak mereka cara bersikap sopan dan hormat, terutama di rumah orang lain dan di tempat umum.
Orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya agar mereka belajar dari mereka. Ingatkan mereka ketika mereka lupa berperilaku baik dan pujilah mereka ketika Anda melihat mereka berperilaku baik.
Tata krama yang baik yang perlu dipelajari anak-anak
Tahu cara mengatakan "tolong", "terima kasih", dan "maaf"
Antri dan tunggu giliran Anda.
Ketahui cara meminta izin
Jangan mengomentari penampilan orang lain
Menanggapi salam
Mengungkapkan rasa terima kasih
Ketuk pintu
Perkenalkan dirimu
Tidak ada bahasa kotor
Jangan menjuluki atau mengejek orang lain
Jaga kebersihan pribadi dengan baik
Tahan pintu untuk orang lain
Menawarkan untuk membantu orang lain
Gunakan serbet dan peralatan makan dengan benar
Lakukan apa yang diminta tanpa mengomel
Tata krama makan yang tepat
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)