Tak hanya menjadi produk langka yang dijadikan penghormatan kepada raja, cacing laut juga diolah menjadi berbagai hidangan lezat dengan cita rasa unik dan menarik.
Provinsi
Quang Ninh , khususnya di komune Pulau Quan Lan, Distrik Van Don, merupakan tempat dengan jumlah cacing pasir terbanyak. Cacing pasir, termasuk spesies moluska tanpa tulang, berwarna cokelat kemerahan dengan banyak garis-garis horizontal kecil di tubuhnya. Cacing pasir tidak memiliki organ dalam, melainkan hanya sebagian usus yang terhubung dari kepala hingga ekor, berisi pasir di dalamnya. Panjang rata-rata cacing pasir sekitar 5-10 cm. Cacing pasir merupakan ramuan obat yang berharga dalam pengobatan Timur. Rasanya dingin dan asin, serta memiliki fungsi membersihkan panas, detoksifikasi, dan mengisi kembali energi Yang. Cocok untuk penderita neurasthenia, nokturia, dan inkontinensia urin. Sekitar bulan Maret hingga Agustus setiap tahun adalah waktu yang tepat untuk berburu cacing pasir. Orang-orang sering membawa sekop besar (mirip sekop), dengan bilah yang panjang dan rata. Dengan sangat cepat dan sangat akurat, mereka menusukkan bilah sekop ke dalam pasir, menggunakan kekuatan gagang sekrup untuk mencungkil pasir, menampakkan cacing pasir seukuran jari, lebih pendek dari cacing tanah, lembut seperti kepompong kentang, dan meringkuk di bawah sinar matahari. Hal tersulit bagi pemburu cacing pasir adalah memiliki mata yang tajam (untuk melihat sarang dengan tepat), tangan yang lincah, dan kaki yang kuat (untuk menendang cangkang dalam-dalam, mencegah mangsa bersembunyi di pasir). Proses awal cacing pasir bisa dibilang membutuhkan banyak usaha dan ketelitian. Orang harus membalikkan cacing pasir untuk menghilangkan semua pasir dan kotoran di dalamnya. Cuci dengan air garam untuk mengurangi bau amis, hingga cacing pasir berwarna putih kemerahan. Tak hanya menjadi produk langka yang digunakan untuk memberi penghormatan kepada raja, cacing pasir juga diolah menjadi berbagai hidangan lezat dengan cita rasa yang unik dan menarik.
Hidangan Lezat dari Cacing Pasir Cacing Pasir - Hidangan Lezat yang Menciptakan Cita Rasa Unik Pho Pho terasa lezat karena kaldu tulang sapi dan berbagai rempah lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa di beberapa provinsi, pho terasa lebih lezat berkat cacing pasir? Cacing pasir dianggap sebagai "mi masak sehat", dan ketika dimasak dengan pho, pho akan memberikan rasa yang kaya dan manis pada kuahnya. Untuk menghadirkan cita rasa pho yang unik dan tak terlupakan, banyak restoran pho tradisional di Vietnam memilih cacing laut sebagai bumbu wajib dalam kuahnya.
Bubur cacing laut merupakan hidangan lezat dari beberapa daerah pesisir di Vietnam. Bubur cacing laut dimasak dengan cara Teochew, yang berarti dimasak hingga matang. Berkat cara ini, bubur cacing laut mempertahankan rasa segar dari setiap bahan, terutama tekstur renyah cacing laut. Bubur cacing laut lebih nikmat jika disantap dengan irisan jahe dan sedikit daun krisan yang direbus. [caption id="" align="alignnone" width="600"]

Spesialisasi Quang Ninh[/caption]
Gorengan dalam ...

Hidangan Khas Quang Ninh [/caption]
Cacing Laut Bakar Seperti banyak makanan laut kering lainnya, memanggang adalah cara pertama untuk mengolahnya. Memanggang adalah cara paling sederhana dan lezat untuk mengolah cacing laut. Rasa cacing laut yang berpadu dengan aroma bara api akan sangat cocok dinikmati dengan segelas bir dingin. Cacing laut bakar yang dicelupkan ke dalam garam pedas dan cabai pasti akan menjadi "camilan" di setiap acara kumpul-kumpul bersama teman.
Sup Cacing Laut dengan Daun Sirih. Siapa pun yang pernah menyantap sup ini pasti setuju bahwa aroma daun sirih harus berpadu dengan manisnya cacing laut untuk menciptakan cita rasa yang sempurna. Cicipi sedikit sup yang dingin dan manis dengan sedikit rasa cabai, nikmati sepotong cacing laut yang manis dan kenyal dengan nasi panas, tak ada yang lebih nikmat. Jika Anda berkunjung ke beberapa provinsi di utara, Anda akan dengan mudah menemukan semangkuk sup cacing laut dengan daun sirih di atas nampan makan malam keluarga.
Komentar (0)