Menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, sebelum adanya rancangan ini, Bagian Hukum Kementerian telah berkoordinasi dengan unit-unit di lingkungan Kementerian untuk secara berkala melakukan penelaahan dan sistematisasi dokumen hukum di bidang pendidikan guna mendeteksi dokumen-dokumen yang sudah tidak sesuai lagi dengan sistem hukum, dokumen yang telah kedaluwarsa, tidak layak lagi, atau telah kadaluarsa, sehingga dapat merekomendasikan penanganannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Secara khusus, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengusulkan penghapusan 6 dokumen hukum, termasuk:
Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nomor 23 Tahun , tanggal 23 Juli 2010 tentang Peraturan tentang Standar Tumbuh Kembang Anak Usia 5 Tahun.
Rangkaian standar perkembangan anak usia 5 tahun (SE 23) telah dimasukkan dalam SE yang mensosialisasikan program pendidikan prasekolah, sehingga SE 23 diusulkan untuk dihapuskan.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, implementasi Surat Edaran 23 pada dasarnya telah memenuhi tujuan untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan prasekolah bagi anak usia 5 tahun di lembaga prasekolah.
Namun, melalui inspeksi, pemantauan dan pelaporan oleh daerah, penerapan dua dokumen secara bersamaan (baik surat edaran yang mengumumkan program pendidikan prasekolah dan surat edaran yang mengumumkan serangkaian standar) menyebabkan kesulitan bagi fasilitas pendidikan prasekolah (mudah menghasilkan catatan dan buku), sementara konten serangkaian standar telah diubah ke dalam program pendidikan prasekolah.
Untuk menyederhanakan dokumen dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi guru prasekolah dan fasilitas pendidikan prasekolah, Kementerian tidak mengeluarkan surat edaran tentang serangkaian standar baru untuk pengembangan anak usia 5 tahun, tetapi mengeluarkan keputusan terpisah oleh Menteri Pendidikan dan Pelatihan yang menyetujui serangkaian standar untuk pengembangan anak usia 5 tahun sehingga organisasi dan individu dapat secara fleksibel menggunakannya untuk tujuan yang berbeda.
Surat Edaran Bersama No. 13 antara Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, Kementerian Keuangan , dan Kementerian Kesehatan tertanggal 16 Maret 1999 yang mengatur pelaksanaan sistem layanan medis bagi mahasiswa asing yang belajar di Vietnam. Alasannya adalah beberapa pasal dalam surat edaran ini tidak lagi sesuai dengan Undang-Undang Asuransi Kesehatan (diubah dan ditambah pada tahun 2014).
Misalnya, Undang-Undang Asuransi Kesehatan menetapkan bahwa warga negara asing yang belajar di Vietnam dan memperoleh beasiswa dari anggaran negara Vietnam berhak mengikuti asuransi kesehatan yang dibiayai oleh anggaran negara dan biaya pemeriksaan medis serta pengobatannya dibayar oleh dana asuransi kesehatan dalam lingkup manfaat sebesar 80% dari biaya pemeriksaan medis dan pengobatan.
Surat Edaran Bersama No. 13 antara Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, Kementerian Tenaga Kerja, Penyandang Disabilitas dan Sosial, Politbiro, Kementerian Dalam Negeri dan Komite Etnis tertanggal 7 April 2008 yang memandu penerapan sejumlah pasal Keputusan No. 134/2006/ND-CP tertanggal 14 November 2006 dari Pemerintah yang mengatur rezim rekrutmen untuk universitas, sekolah tinggi dan lembaga pendidikan tingkat menengah dalam sistem pendidikan nasional.
Alasan pembatalannya adalah karena peraturan ini telah berakhir masa berlakunya Peraturan Pemerintah No. 141 tanggal 8 Desember 2020. Isi rezim pemilu memiliki banyak peraturan baru terkait subjek dan kebijakan terkait.
Surat Edaran No. 22 Kementerian Pendidikan dan Pelatihan tertanggal 30 Mei 2011 menetapkan peraturan tentang kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi. Oleh karena itu, Undang-Undang Pendidikan Tinggi telah diubah dan disempurnakan pada tahun 2018 dengan ketentuan bahwa "Pemerintah mengatur kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi". Saat ini, isi Surat Edaran No. 22 telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2022 yang mengatur kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi.
Keputusan 28 tanggal 30 Agustus 2005 dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk sementara waktu mengumumkan program bahasa Khmer di sekolah dasar dan menengah. Saat ini, pelaksanaan program bahasa Khmer di sekolah dasar dan menengah sedang berlangsung sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Pelatihan No. 34 tanggal 15 September 2020 yang mengumumkan program pendidikan umum untuk bahasa Bahnar, Cham, Ede, Jrai, Khmer, Mong, Mnong, dan Thai.
Surat Edaran Bersama No. 35 tanggal 21 April 1994 antara Kementerian Pendidikan dan Pelatihan dan Kementerian Keuangan yang mengatur pengelolaan anggaran pendidikan dan pelatihan juga diusulkan untuk dihapuskan. Alasannya, dokumen-dokumen yang mendasari penerbitan Surat Edaran Bersama No. 35 tersebut kini telah digantikan oleh ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/se-bai-bo-nhung-van-ban-quy-pham-phap-luat-nao-trong-linh-vuc-giao-duc-185240905144012823.htm
Komentar (0)