Perbedaan antara anggur tidak hanya dalam penampilan tetapi juga dalam rasa, tekstur dan kandungan nutrisi.
Maddie Pasquariello, seorang ahli gizi yang bekerja di AS, mengatakan bahwa anggur secara umum memiliki komposisi nutrisi yang cukup mirip, menyediakan serat, kalium, dan vitamin A.
Namun, warna yang berbeda juga berarti sedikit perbedaan dalam kandungan antioksidan, sehingga masing-masing warna memiliki nilai tersendiri.
Secara gizi, perbedaan antara ketiga jenis anggur: hijau - merah - ungu tidak terlalu besar.
Foto: AI
Anggur ungu
Anggur ungu dianggap paling beraroma dan intens. Warna ungu khasnya berasal dari antosianin, senyawa polifenol yang memberikan pigmen sekaligus memiliki sifat anti-inflamasi.
Anggur ungu umumnya lebih manis, berkulit lebih tebal dan dagingnya lebih empuk daripada anggur merah dan hijau.
Anggur merah
Anggur merah juga kaya akan antosianin dan memiliki nilai antioksidan yang hampir sama dengan anggur hijau.
Dari segi rasa, anggur merah dianggap sedikit manis, dengan sedikit rasa asam untuk menciptakan keseimbangan. Daging buah anggur merah renyah, kulitnya tipis dan mudah dimakan, menciptakan rasa harmoni.
Anggur hijau
Anggur hijau berwarna hijau pucat dengan semburat kekuningan. Tidak seperti anggur merah dan ungu, anggur hijau tidak mengandung antosianin, melainkan terutama mengandung flavonol, senyawa yang juga memiliki efek anti-inflamasi, melindungi jantung dan saraf, serta dapat membantu menjaga kesehatan hati.
Anggur hijau renyah, segar, dan sedikit asam, menjadikannya pilihan populer untuk dimakan langsung atau dalam salad.
Anggur mana yang paling sehat?
Secara gizi, perbedaan antara ketiga buah anggur tersebut tidak terlalu besar, kata ahli gizi Maddie Pasquariello.
Anggur ungu memiliki sedikit lebih banyak antioksidan, tetapi manfaat ini tidak signifikan bagi kesehatan secara keseluruhan jika dimasukkan ke dalam pola makan seimbang. Yang penting adalah tetap mengonsumsi anggur secara teratur, alih-alih memilih varietas yang terbaik.
Sumber: https://thanhnien.vn/su-khac-biet-giua-nho-tim-nho-do-va-nho-xanh-185250819002633042.htm
Komentar (0)