Kementerian Luar Negeri Suriah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan tindakan militer Israel terhadap warga sipil.
Israel telah melancarkan ratusan serangan udara di Suriah selama bertahun-tahun dan telah mengintensifkan serangannya sejak 7 Oktober 2023, ketika pertempuran pecah di Jalur Gaza. (Sumber: Al Jazeera) |
Menurut kantor berita pemerintah Suriah SANA , pada malam tanggal 4 November, Israel menyerang "beberapa lokasi sipil di selatan Damaskus, yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur."
Kementerian Luar Negeri Suriah segera mengutuk serangan Israel terhadap wilayah sipil dan meminta negara-negara anggota PBB untuk bertindak cepat menghentikan Israel dan meminta pertanggungjawabannya.
Pesawat tempur Israel melakukan tiga serangan udara di daerah Sayyidah Zaynab, 10 km selatan Damaskus.
Serangan udara pertama menghantam persimpangan Kaou Sudan dekat kota Sayyidah Zaynab, tempat perlindungan bagi banyak pengungsi yang melarikan diri dari serangan Israel di Lebanon.
Serangan udara kedua terjadi di dekat sebuah hotel di tenggara Sayyidah Zaynab, sementara serangan ketiga menargetkan pertanian di daerah tersebut.
Dua anggota gerakan Hizbullah Lebanon tewas dan lima lainnya terluka parah dalam serangan udara Israel di sebuah pertanian di daerah tersebut, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.
Angkatan Udara Israel mengumumkan pada tanggal 5 November bahwa mereka telah menyerang “target” di markas intelijen Hizbullah di “wilayah Suriah,” dan dalam sebuah unggahan media sosial, mereka mengatakan: “Cabang intelijen Hizbullah yang beroperasi di Suriah, termasuk sistem pengumpulan dan evaluasi informasi.”
Kota Sayyidah Zaynab dianggap sebagai pangkalan Hizbullah dan telah menjadi target serangan udara Israel sebelumnya.
Menurut sumber, wilayah tersebut tetap berada dalam daftar target utama Israel karena banyaknya anggota Hizbullah yang melarikan diri ke Suriah.
Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah selama bertahun-tahun dan telah meningkatkan serangan sejak 7 Oktober 2023, ketika pertempuran pecah di Jalur Gaza.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/syria-len-an-cuoc-khong-kich-cua-israel-nham-vao-cac-dia-diem-dan-su-gan-damascus-292669.html
Komentar (0)