Tiket khusus
"Paspor Kehidupan" adalah hadiah istimewa yang diberikan oleh para guru SMA Vo Van Kiet (Distrik 8, Kota Ho Chi Minh) kepada lebih dari 500 siswa kelas 12 tahun ajaran 2022-2025 pada Upacara Syukur dan Kedewasaan bertema "Perjalanan Perjalanan" yang diselenggarakan pada pagi hari tanggal 21 Juni.
Karunia rohani adalah ucapan perpisahan yang bermakna penuh kasih dan tanggung jawab dari sekolah.

“Paspor kehidupan” – anugerah spiritual untuk memulai perjalanan kedewasaan bagi siswa Sekolah Menengah Atas Vo Van Kiet (Foto: Khanh Ly).
Berbicara pada upacara tersebut, Bapak Bui Thien Dao, Kepala Sekolah Menengah Atas Vo Van Kiet, membandingkan usia 18 tahun dengan sebuah perjalanan dan "paspor" yang diberikan adalah tiket pertama.
“Usia 18 tahun bagaikan sebuah perjalanan – sebuah perjalanan yang penuh dengan perjalanan, di mana paspor kecil yang akan diberikan guru kepada 564 siswa bagaikan paspor bagi mereka untuk bersiap melangkah maju dan menaklukkan masa depan,” ujar Bapak Dao.
Kepala sekolah juga tidak lupa mengingatkan agar pihak sekolah dan guru selalu mendampingi, memberi kepercayaan dan memberikan harapan agar para siswanya dapat meraih kesuksesan dalam perjalanan hidupnya ke depan.

Setiap hadiah diberikan kepada siswa (Foto: Khanh Ly).
“Jadilah orang yang baik hati, tahu bagaimana mencintai, tahu bagaimana menghargai diri sendiri, tahu bagaimana berbagi, peduli terhadap orang lain dan tahu bagaimana membantu orang lain,” nasihat guru itu dengan ramah.
"Paspor kehidupan" diserahkan kepada setiap siswa oleh para guru sebagai simbol perjalanan baru, yang membawa segudang impian dan ambisi. Upacara serah terima tersebut, meskipun sederhana, mengandung banyak pesan yang mendalam: "Setelah upacara perpisahan ini, akan ada perjalanan yang penuh tantangan, di mana kalian perlu membawa serta keberanian, rasa syukur, dan kebaikan."
Kata-kata terima kasih dari mereka yang akan "meninggalkan dermaga"
Upacara ini juga menjadi kesempatan bagi siswa kelas 12 untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang telah diam-diam menemani mereka sepanjang perjalanan masa lalu.

Siswa dengan gembira menunggu hadiah istimewa dari guru mereka (Foto: Khanh Ly).
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa mengajar dan membimbing selama tiga tahun belajar, setiap kelas yang terdiri dari 12 siswa di SMA Vo Van Kiet menyiapkan bingkisan rasa terima kasih untuk dikirimkan kepada para guru. Hadiah-hadiah ini berupa karangan bunga segar dan kartu tulisan tangan yang diberikan dalam suasana tenang, sebagai pengganti ucapan terima kasih dari para siswa.
Para siswa juga memberikan hadiah yang bermakna kepada orangtua mereka - orang-orang yang diam-diam berdiri di belakang setiap langkah pertumbuhan mereka - sebagai ucapan terima kasih atas cinta mereka yang tak terucapkan dan pengorbanan mereka selama bertahun-tahun.

Dalam upacara tersebut, Quoc Huy, mewakili siswa kelas 12, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada orang tuanya: "Saya ingin mempersembahkan kata-kata yang paling tulus kepada orang tua saya – mereka yang telah mencintai saya bukan dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata, dengan pengorbanan diam-diam selama bertahun-tahun. Saya tahu terkadang saya tidak baik, dan bahkan membuat orang tua saya sedih... tetapi di hati saya, orang tua saya selalu segalanya."
Upacara syukur dan kedewasaan diakhiri dengan pelukan erat dan bahkan air mata tanpa suara. Dengan upacara istimewa ini, SMA Vo Van Kiet tidak hanya menyelenggarakan upacara syukur, tetapi juga memberikan bekal pertama bagi para siswa saat memasuki kehidupan.
Khanh Ly
Source: https://dantri.com.vn/giao-duc/tam-ho-chieu-vao-doi-dac-biet-cung-loi-dan-hay-lam-nguoi-tu-te-20250621151701689.htm
Komentar (0)