Salah satu alasan umum mengapa banyak orang memilih berolahraga saat perut kosong adalah karena mereka percaya tubuh mereka akan memprioritaskan penggunaan lemak yang tersimpan sebagai energi, alih-alih glukosa darah. Faktanya, hal ini benar, menurut situs web kesehatan Livestrong (AS).
Joging ringan di pagi hari merupakan cara yang baik untuk mengurangi lemak tubuh.
FOTO: AI
Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan bahwa melakukan latihan ketahanan seperti berjalan, joging, dan bersepeda sebelum sarapan membantu meningkatkan pembakaran lemak dibandingkan berolahraga setelah makan. Mekanismenya adalah ketika tidak ada sumber energi dari makanan, tubuh harus bergantung pada cadangan lemak dan glikogen berlebih.
Namun, efek ini bergantung pada intensitas dan durasi olahraga. Olahraga ringan hingga sedang seperti jalan cepat atau joging ringan seringkali cocok untuk memanfaatkan manfaat pembakaran lemak ini.
Berolahraga saat perut kosong dapat menyebabkan gula darah rendah.
Meskipun berolahraga dengan perut kosong membantu membakar lemak lebih baik, hal ini juga berisiko menyebabkan hipoglikemia, terutama bagi penderita diabetes atau tekanan darah rendah. Gejala kondisi ini meliputi pusing, kelelahan, rasa ringan di kepala, dan bahkan pingsan jika Anda berolahraga dengan intensitas tinggi saat perut kosong. Selain itu, berolahraga dengan kadar gula darah rendah akan mengurangi kekuatan dan daya tahan, sehingga berdampak negatif pada hasil latihan Anda.
Masalah penting lainnya adalah berolahraga dengan perut kosong dapat meningkatkan risiko katabolisme otot. Hal ini karena tubuh tidak hanya menggunakan lemak tetapi juga memetabolisme protein dari otot untuk energi. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan otot menjadi sulit atau bahkan menyusut.
Oleh karena itu, orang yang berolahraga untuk menambah otot, mengurangi lemak, atau atlet sebaiknya membatasi aktivitas fisik sebelum sarapan. Mengonsumsi makanan ringan sebelum berolahraga dapat membantu melindungi massa otot dan meningkatkan efisiensi latihan.
Pemula atau mereka yang ingin menurunkan berat badan secara bertahap dapat berolahraga dengan perut kosong dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga. Metode ini membantu memaksimalkan pembakaran lemak. Sementara itu, orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes atau tekanan darah rendah sebaiknya mengonsumsi makanan ringan sebelum berolahraga untuk menghindari hipoglikemia, yang dapat menyebabkan pusing dan kelelahan.
Di sisi lain, orang yang berlatih untuk membentuk otot atau melakukan latihan intensitas tinggi perlu mengonsumsi camilan ringan sebelum berolahraga untuk mencegah katabolisme otot dan mengoptimalkan pemulihan. Aturan umumnya adalah menghindari memulai latihan dengan perut kosong, kapan pun waktunya, menurut Livestrong .
Sumber: https://thanhnien.vn/tap-the-duc-khi-chua-an-gi-co-gay-hai-khong-185250802113330555.htm
Komentar (0)