Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Statistik Sepak Bola Indonesia yang Mengejutkan, 37 Pemain Bermain di Luar Negeri

Sepakbola Indonesia mencetak rekor bersejarah dengan mencatatkan untuk pertama kalinya 37 pemain bermain di luar negeri, termasuk mayoritas pemain naturalisasi dan beberapa pemain lokal di klub-klub Asia Tenggara.

Báo Thanh niênBáo Thanh niên12/08/2025

Banyak Ekspor, Paradoksnya Sepakbola Indonesia Masih Dipenuhi Pemain Asing

Menurut CNN Indonesia, dari 37 pemain Indonesia yang bermain di luar negeri pada musim 2025-2026, 22 di antaranya bermain untuk klub-klub di Eropa. Dari jumlah tersebut, Kejuaraan Nasional Belanda menyumbang jumlah terbanyak, hingga 10 orang.

37 Cầu thủ bóng đá Indonesia thi đấu ở nước ngòai: Kỷ lục lịch sử thú vị - Ảnh 1.

Berkat kebijakan naturalisasi yang masif, sepak bola Indonesia kini memiliki banyak pemain yang bermain di luar negeri.

Foto: Reuters

Mereka juga merupakan mayoritas pemain naturalisasi di sepak bola negeri ini, kecuali pemain lokal paling terkenal saat ini, striker Marselino Ferdinan (20 tahun), yang bermain untuk Oxford United di Divisi Pertama Inggris. Klub ini juga memiliki pemain naturalisasi Indonesia, striker Belanda Ole Romeny.

Secara khusus, ada 2 pemain yang bermain di AS dan Brasil, masing-masing penjaga gawang nomor 1 Maarten Paes dari FC Dallas di MLS dan pemain berusia 18 tahun Welber Jardim yang bermain untuk tim muda Sao Paulo.

Di Asia Tenggara, terutama di Liga 1 Thailand (Thailand), saat ini terdapat setidaknya tiga pemain Indonesia yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, termasuk bek Asnawi Mangkualam (Port FC), Shayne Pattynama (Buriram United), dan Pratama Arhan (Bangkok United). Selain itu, terdapat pula sejumlah pemain yang bermain di kejuaraan nasional Malaysia, Singapura, Kamboja, dan bahkan Jepang, seperti bek naturalisasi Belgia, Sandy Walsh (Yokohama F. Marinos)...

Di antara pemain Indonesia yang bermain di luar negeri, pemain naturalisasi Jay Idzes, yang juga kapten tim nasional, baru saja pindah dari Venezia Club ke Sassuolo di Serie A (Italia), menjadikannya pemain dengan biaya transfer termahal hingga 8 juta euro (sekitar 244 miliar VND) ditambah 500.000 euro (sekitar 15 miliar VND). Di Italia, ada juga pemain naturalisasi Indonesia yang bermain, kiper Emil Audero, yang bermain untuk Cremonese Club, juga di Serie A.

"Dengan banyaknya pemain yang bermain di luar negeri, masih ada beberapa pemain Indonesia yang menjadi pilar penting di klub mereka, terutama bek Mees Hilgers, yang telah mencatatkan 132 penampilan di semua kompetisi, termasuk turnamen Eropa, untuk FC Twente," tegas CNN Indonesia. Dengan demikian, kebijakan naturalisasi pemain sepak bola Indonesia diyakini juga telah membuka peluang baru bagi perkembangan sepak bola negeri ini.

37 Cầu thủ bóng đá Indonesia thi đấu ở nước ngòai: Kỷ lục lịch sử thú vị - Ảnh 2.

Jay Idzes (kanan), juga kapten tim Indonesia, merupakan pemain dengan biaya transfer termahal saat ini.

Foto: Reuters

Namun, Kejuaraan Nasional Indonesia saat ini juga sedang menyambut gelombang pemain asing, dengan statistik pada musim 2025-2026 menunjukkan terdapat lebih dari 60 pemain dari Brasil. Di antaranya, 4 klub di Liga Super negara ini menandatangani kontrak dengan masing-masing tim hingga 10 pemain asing, dari total 11 pemain yang diizinkan menandatangani kontrak. Selain itu, terdapat hingga 6 klub lain yang merekrut hingga 9 pemain asing masing-masing.

Sebagian besar pemain asing mendominasi susunan pemain inti, sehingga hampir mustahil bagi pemain Indonesia untuk mendapatkan keuntungan di kandang sendiri. Contoh yang mengejutkan adalah Arema FC, yang pada pertandingan pembukanya pada 11 Agustus, menurunkan susunan pemain inti yang terdiri dari 6 pemain Brasil, 1 pemain Argentina, dan hanya 4 pemain Indonesia.

Perbedaan mayoritas pemain naturalisasi Indonesia yang bermain di luar negeri, sementara di liga dalam negeri, pemain lokal hampir seluruhnya didominasi pemain asing, telah menimbulkan kesenjangan dalam sepak bola Indonesia dan menimbulkan banyak kekhawatiran.

Namun, menurut CNN Indonesia, untuk mengikuti tren ini, pemain lokal Indonesia perlu meningkatkan kemampuan agar dapat bersaing dengan pemain asing dan mendapatkan tempat di klub. Dengan demikian, mereka juga dapat membuka jalan bagi tim nasional. Pemain Marselino Ferdinand adalah contoh yang patut ditiru oleh pemain lokal Indonesia.

Source: https://thanhnien.vn/thong-ke-gay-soc-cua-bong-da-indonesia-37-cau-thu-thi-dau-o-nuoc-ngoai-185250812092024285.htm


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk