Raja Ham Nghi (1871-1944), nama asli Nguyen Phuc Minh, nama kehormatan Ung Lich, naik takhta pada tahun 1884, adalah Kaisar ke-8 Dinasti Nguyen. Setelah jatuhnya Hue pada tahun 1885, Raja Ham Nghi meninggalkan ibu kota dan mengeluarkan Proklamasi Can Vuong, yang menyerukan para pahlawan, cendekiawan, dan rakyat di seluruh negeri untuk bangkit melawan invasi Prancis.
Pada tahun 1888, raja ditangkap oleh penjajah Prancis dan diasingkan ke Aljir, ibu kota Aljazair, pada tahun 1889. Ia tinggal di sebuah vila di bukit El Biar, sekitar 12 km dari ibu kota Aljir, masih mempertahankan adat istiadat negara hingga kematiannya pada bulan Januari 1944.
Acara ini merupakan kesempatan bagi publik yang tertarik dengan sejarah dan seni di Hue untuk memperluas perspektif mereka tentang Raja Ham Nghi, seorang tokoh sejarah dengan peran politik dan budaya. Para hadirin berkesempatan mendengarkan para pembicara berbagi tentang latar belakang sejarah dan pengasingannya, kondisi kehidupan dan pengawasannya di Aljazair, masa studinya di bidang seni lukis dan koneksi artistiknya, serta warisan artistik yang ditinggalkan Raja Ham Nghi bagi sejarah seni Vietnam khususnya dan dunia pada umumnya.
Lukisan karya Raja Ham Nghi. (Foto: TL) |
Diskusi ini juga akan mengupas kehidupan dan karier artistik Raja Ham Nghi, seorang raja patriotik yang diasingkan ke Aljazair. Di pengasingan, ia menjadikan melukis sebagai hasrat dan sarana untuk mengekspresikan perasaan serta aspirasinya akan kebebasan. Selain itu, para pembicara akan menyampaikan kisah-kisah tentang penelitian dan pelaksanaan pameran, serta perspektif interdisipliner kepada para pengunjung.
Kehidupan Raja Ham Nghi, baik sebagai tokoh politik maupun kehidupan pribadi, akan dibedah dan dibahas untuk menggunakan masa lalu guna membicarakan masa kini, selama hari-hari di bulan Maret ketika kegiatan budaya dan seni berlangsung sangat meriah di Hue.
Seminar akan berlangsung pukul 09.00 pada tanggal 26 Maret di Institut Bahasa Prancis Hue, No. 1 Le Hong Phong, Distrik Phu Nhuan, Kota Hue. Pembicara yang berpartisipasi dalam program ini adalah Dr. Amandine Dabat, keturunan generasi kelima Raja Ham Nghi, kurator Ace Le, dan Dr. Tran Dinh Hang, Direktur Institut Studi Seni dan Kebudayaan Nasional Vietnam di Hue.
Komentar (0)