Peraturan di atas dimasukkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan dalam Surat Edaran 27 tentang pemilihan buku pelajaran di lembaga pendidikan umum, menggantikan Surat Edaran 25 sebelumnya.
Dengan demikian, mulai tahun ajaran 2024-2025 dan seterusnya, setiap sekolah akan membentuk dewan seleksi buku pelajarannya sendiri, dan tidak lagi mendasarkannya pada hasil seleksi umum Komite Rakyat Provinsi seperti pada tahun-tahun ajaran sebelumnya.
Seleksi buku teks akan diberikan kepada guru dari tahun 2024 - 2025 (Foto TL).
Dewan pemilihan buku dibentuk oleh kepala sekolah. Dewan tersebut beranggotakan: kepala sekolah, wakil kepala sekolah; perwakilan ketua kelompok profesi, tim profesi, departemen profesi (secara kolektif disebut kelompok profesi), perwakilan guru, dan perwakilan ikatan orang tua murid.
Jumlah anggota dewan adalah ganjil, dengan minimal 11 orang. Untuk lembaga pendidikan umum dengan kurang dari 10 kelas, jumlah anggota dewan minimal adalah 5 orang.
Tugas dewan adalah menyelenggarakan penilaian risalah rapat kelompok profesional; komentar dan evaluasi buku teks oleh guru; dan daftar buku teks yang dipilih oleh kelompok profesional.
Dari sana, merangkum dan mengusulkan kepada kepala sekolah daftar buku teks yang dipilih oleh kelompok profesional setelah dinilai memenuhi persyaratan.
Ketua Dewan bertanggung jawab atas kegiatan, perencanaan, dan pelaksanaan rencana kerja Dewan. Selain itu, Ketua Dewan bertanggung jawab menjelaskan pemilihan buku teks lembaga.
Berdasarkan hasil sekolah yang diserahkan oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Komite Rakyat Provinsi memutuskan untuk menyetujui daftar buku pelajaran yang dipilih oleh sekolah setempat.
Komite Rakyat Provinsi harus memposting di media massa daftar buku yang disetujui untuk digunakan di sekolah sebelum tanggal 30 April setiap tahun.
Selama penggunaan, apabila ada saran dari guru, siswa, dan orang tua, sekolah sebaiknya mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dan Pelatihan untuk melakukan penyesuaian dan penambahan daftar buku.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)