Bapak Ly Hoang Tung - Wakil Direktur Departemen Sains, Teknologi dan Teknologi, Kementerian Sains dan Teknologi, berdiskusi di seminar - Foto: Panitia Penyelenggara
Berbicara di seminar tersebut, Bapak Ly Hoang Tung - Wakil Direktur Departemen Sains, Teknologi, dan Teknologi, Kementerian Sains dan Teknologi - mengatakan bahwa pengembangan teknologi luar angkasa merupakan kebutuhan mendesak, memastikan keamanan dan kedaulatan nasional, pembangunan sosial ekonomi, dan menegaskan posisi Vietnam di kancah internasional.
Terkait pengembangan sumber daya manusia infrastruktur, konten kunci dalam pengembangan sains dan teknologi antariksa adalah pelatihan para ahli dan ilmuwan. Universitas juga membuka jurusan baru untuk melatih dan menarik minat generasi muda.
Namun, ia mengatakan bahwa kenyataannya, kaum muda jarang terlibat dalam industri-industri ini. Saat ini, Pemerintah terus berinvestasi di Pusat Antariksa Vietnam, meningkatkan laboratorium, berfokus pada penelitian teknologi antariksa, dan sebagainya.
Nguyen Luong Quang berbagi di seminar - Foto: NGUYEN BAO
Dr. Nguyen Luong Quang, pakar dari Institut Energi Atom dan Energi Alternatif - CEA Paris-Saclay Prancis, mengatakan bahwa selama proses kerja sama dengan sejumlah lembaga penelitian Vietnam, ia menyadari bahwa mekanisme investasi Vietnam (di bidang sains) masih terbatas.
Menurutnya, astrofisika membutuhkan investasi peralatan yang jauh lebih besar dibandingkan bidang lain. Masalah kedua masih berupa komersialisasi. Hanya komersialisasi yang dapat menarik bakat. Jika tidak ada tempat bagi kaum muda untuk bekerja, mereka tidak akan mau belajar.
"Saya rasa beberapa lembaga perlu bekerja sama untuk menciptakan inkubator sains dan teknologi. Kedutaan Besar AS menyelenggarakan NASA Space Apps Challenge setiap tahun, tetapi program ini hanya memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan ide dari data NASA. Kita perlu melakukan hal tersebut untuk menciptakan ekosistem yang cukup besar," ujar Bapak Quang.
Profesor Madya, Dr. Pham Anh Tuan - Direktur Jenderal Pusat Antariksa Vietnam - Foto: NGUYEN BAO
Profesor Madya Dr. Pham Anh Tuan - Direktur Jenderal Pusat Antariksa Vietnam - mengatakan bahwa untuk mendobrak hambatan dan kesulitan serta mendorong pengembangan industri teknologi antariksa, perlu dibangun strategi jangka panjang, tidak hanya pada tingkat 10 tahun tetapi lebih lama, hingga tahun 2040, 2050 dan memiliki mekanisme untuk memastikan pendanaan mengikuti strategi tersebut.
Menurutnya, saat ini koordinasi kegiatan antariksa masih terfragmentasi antar kementerian dan sektor. Komite Antariksa Vietnam hanya beroperasi di tingkat "komite pengarah", dengan peran penasihat dan koordinasi.
“Untuk menciptakan sinergi, perlu dibangun badan antariksa nasional,” ujarnya, seraya mencontohkan negara seperti Filipina yang memiliki badan antariksa nasional di bawah pemerintahan dengan manajemen terpusat dan memiliki undang-undang antariksa.
Dengan proyeksi ekonomi luar angkasa global yang mencapai 1.400 miliar dolar AS pada tahun 2030, para miliarder teknologi terkemuka dunia berinvestasi besar-besaran di bidang ini. Beliau mengatakan bahwa sudah saatnya bagi Vietnam untuk mengidentifikasi luar angkasa tidak hanya sebagai teknologi strategis tetapi juga sektor ekonomi potensial.
Membangun strategi nasional untuk ekonomi luar angkasa akan membuka peluang pengembangan baru, dari aplikasi satelit, telekomunikasi, hingga layanan terkait.
Ia menambahkan, diharapkan pada September mendatang, Pusat Penemuan Luar Angkasa di Hoa Lac High-Tech Park akan berlisensi penuh dan dibuka setiap hari untuk umum, khususnya generasi muda, untuk berkunjung dan menggugah kecintaan mereka pada sains.
Sumber: https://tuoitre.vn/trung-tam-kham-pha-vu-tru-tai-khu-cong-nghe-cao-hoa-lac-se-mo-cua-tu-thang-9-toi-20250724142207311.htm
Komentar (0)