Media internasional sangat mengapresiasi Undang-Undang Ketenagalistrikan (yang diamandemen) sebagai langkah penting menuju sektor energi berkelanjutan bagi Vietnam.
Vietnam baru saja menyaksikan titik balik penting dalam kebijakan energi dengan disahkannya Undang-Undang Ketenagalistrikan (diamandemen) pada sore hari tanggal 30 November, dengan 439/463 delegasi memberikan suara mendukung, yang mencakup 91,65% dari total jumlah delegasi Majelis Nasional yang berpartisipasi dalam pemungutan suara.
Ini adalah proyek Hukum yang penting, yang memiliki dampak besar pada perekonomian , memastikan tujuan pertumbuhan dan pembangunan negara serta keamanan energi nasional.
Dengan demikian, Undang-Undang Ketenagalistrikan 2024 menggantikan Undang-Undang Ketenagalistrikan yang terbit pada tanggal 3 Desember 2004, yang telah mengalami perubahan dan penambahan sebanyak 4 kali, yakni pada tahun 2012, 2018, 2022, dan 2023 (berlaku sejak tanggal 1 Juli 2024) setelah hampir 20 tahun diberlakukan.
Majelis Nasional telah mengesahkan Undang-Undang Ketenagalistrikan (amandemen) dengan tingkat persetujuan yang tinggi. Foto: Majelis Nasional |
Peristiwa ini langsung menarik perhatian pers internasional yang signifikan, dengan artikel-artikel dari Reuters, Devdiscourse, Tribune, dan Canberra Times yang semuanya berpandangan positif, berfokus pada reformasi inovatif dari undang-undang baru tersebut. Meskipun setiap artikel memiliki fokus yang berbeda, semuanya secara kolektif menunjukkan dampak positif undang-undang tersebut terhadap masa depan energi Vietnam.
Benang merah dari semua artikel tersebut adalah bahwa Undang-Undang Ketenagalistrikan yang direvisi akan menghilangkan hambatan investasi di sektor energi. Reuters, Tribune, dan Canberra Times semuanya menekankan perlunya mempercepat proses persetujuan perjanjian jual beli listrik (PPA), sehingga memudahkan investor, terutama di sektor energi terbarukan, untuk bernegosiasi langsung dengan penyedia listrik. Hal ini dipandang sebagai kunci untuk menarik investasi asing dan mendorong perkembangan pesat energi bersih dan berkelanjutan di Vietnam.
Secara spesifik, Reuters memuat artikel berjudul "Vietnam menyetujui data, undang-undang ketenagalistrikan, rencana kereta api senilai $67 miliar", yang menyatakan: " Undang-Undang Ketenagalistrikan diharapkan dapat menghilangkan beberapa hambatan investasi dalam proyek-proyek energi di Vietnam dan mempercepat proses persetujuan perjanjian pembelian listrik langsung, yang memungkinkan produsen untuk menegosiasikan pasokan listrik secara langsung dengan pemasok energi terbarukan. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem hukum yang lebih komprehensif bagi sektor energi, yang saat ini tunduk pada banyak peraturan terpisah ."
Artikel ini membahas Undang-Undang Ketenagalistrikan Vietnam yang baru disahkan (diamandemen) di Reuters. Tangkapan layar |
Artikel-artikel tersebut juga memuji upaya untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih komprehensif. Devdiscourse secara khusus menyoroti bahwa undang-undang baru ini akan menyatukan regulasi yang terfragmentasi, menciptakan lingkungan investasi yang lebih transparan dan efisien. Hal ini juga diamini oleh Reuters dan Tribune, yang menyebutkan penggantian sistem regulasi yang berbeda-beda dengan sistem hukum yang lebih komprehensif.
Namun, artikel-artikel tersebut juga menyoroti tantangan yang perlu diatasi di masa mendatang. Baik Reuters maupun Canberra Times menyebutkan perlunya undang-undang tambahan untuk melengkapi kerangka regulasi bagi sektor energi tertentu seperti energi lepas pantai, angin, dan nuklir.
Artikel tentang Undang-Undang Ketenagalistrikan Vietnam (yang telah diamandemen) di Canberra Times. Tangkapan Layar |
“ Peraturan perundang-undangan tambahan perlu disetujui untuk melengkapi kerangka regulasi bagi sektor energi tertentu seperti energi lepas pantai, energi angin, dan energi nuklir ,” demikian yang dicatat oleh Canberra Times.
Dari isi artikel, terlihat bahwa pers internasional memandang Undang-Undang Ketenagalistrikan (yang telah diamandemen) sebagai langkah maju yang penting bagi Vietnam dalam memodernisasi sektor ketenagalistrikan, menarik investasi, dan mendorong pengembangan energi berkelanjutan. Namun, keberhasilan undang-undang ini bergantung pada implementasi yang efektif dan perbaikan berkelanjutan kerangka hukum di masa mendatang. Fakta bahwa surat kabar internasional terkemuka telah memperhatikan dan memberikan ulasan positif menunjukkan bahwa Vietnam berada di jalur yang tepat dalam integrasi internasional dan berkomitmen pada tujuan pengembangan energi berkelanjutan.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/truyen-thong-quoc-te-noi-gi-ve-luat-dien-luc-sua-doi-moi-duoc-thong-qua-361827.html
Komentar (0)