Sesuai dengan Surat Edaran tersebut, kewenangan untuk mengelola kegiatan belajar mengajar tambahan di wilayah setempat; membimbing dan mengawasi pelaksanaan peraturan tentang belajar mengajar tambahan di wilayah setempat; menangani atau merekomendasikan kepada instansi yang berwenang untuk menangani pelanggaran; memantau dan mengawasi ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang waktu kerja, waktu lembur, dan peraturan perundang-undangan di bidang keamanan, ketertiban, keselamatan, kesehatan lingkungan, pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada organisasi dan perseorangan penyelenggara belajar mengajar tambahan di luar sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nomor 29/2024/TT-BGDDT tentang Peraturan Perundang-Undangan tentang Belajar Mengajar Tambahan, dilaksanakan oleh Komite Rakyat di tingkat kecamatan.
Dalam Surat Edaran tersebut secara tegas disebutkan bahwa kewenangan mengeluarkan surat keterangan pindah sekolah untuk jenjang SMP sebagaimana dimaksud pada huruf f ayat (1) pasal 5 Peraturan tentang pindah sekolah dan penerimaan peserta didik baru jenjang SMP dan jenjang SMA yang diterbitkan bersama dengan Keputusan Nomor 51/2002/QD-BGDDT, dilaksanakan oleh Ketua KPU kabupaten/kota tempat pindahnya peserta didik baru.

Komite Rakyat di tingkat komune mengelola pelaksanaan peraturan tentang pengajaran dan pembelajaran tambahan.
Kewenangan untuk menerima, menyerahkan ke sekolah tempat tinggal, dan memeriksa dokumen sebagaimana dimaksud pada butir a ayat 2 pasal 5 dan ayat 1 pasal 11 Keputusan Nomor 51/2002/QD-BGDDT, dilaksanakan oleh Panitia Daerah tempat mahasiswa menempuh pendidikan.
Kewenangan untuk memeriksa dan memutus perkara luar biasa mengenai waktu pindah sekolah untuk jenjang SMP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 Ayat 3 Keputusan Nomor 51/2002/QD-BGDDT, dilaksanakan oleh Ketua KPU kabupaten/kota tempat siswa tersebut datang.
Kewenangan mengarahkan sekolah dalam wilayah yang sama untuk menerima dan menyerahkan hasil pendidikan siswa ditentukan dalam Klausul 3 Pasal 12 Peraturan tentang penilaian siswa sekolah dasar yang diterbitkan bersama dengan Surat Edaran Nomor 27/2020/TT-BGDDT, yang dilaksanakan oleh Komite Rakyat di tingkat kelurahan.
Kewenangan menyelenggarakan penilaian peserta didik Sekolah Dasar pada wilayah sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 1 pasal 14 Surat Edaran Nomor 27/2020/TT-BGDDT dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan.
Kewenangan mengarahkan kepala sekolah dalam menyelenggarakan pelaksanaan penilaian, penerimaan, serah terima hasil pendidikan, serta memantau, memeriksa, dan menyelesaikan kesulitan dan permasalahan dalam proses pelaksanaan penilaian peserta didik sekolah dasar di wilayahnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat (2) dan Pasal 14 Ayat (3) Surat Edaran Nomor 27/2020/TT-BGDDT, dilaksanakan oleh Komite Rakyat di tingkat kelurahan.
Kewenangan untuk mengarahkan penyelenggaraan penilaian siswa sekolah menengah pertama, mengarahkan dan membimbing lembaga pendidikan untuk menggunakan Buku Pemantauan dan Penilaian Siswa (berdasarkan kelas), Buku Pemantauan dan Penilaian Siswa (berdasarkan guru), Kartu Laporan Siswa; membimbing penggunaan catatan elektronik, memeriksa dan menyelesaikan kesulitan dalam proses pelaksanaan peraturan tentang penilaian siswa sekolah menengah pertama, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 17 Surat Edaran No. 22/2021/TT-BGDDT tentang penilaian siswa sekolah menengah pertama dan siswa sekolah menengah atas, akan dilaksanakan oleh Komite Rakyat di tingkat kecamatan.
Surat Edaran No. 10/2025/TT-BGDDT mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 2025.
Sumber: https://baolaocai.vn/ubnd-cap-xa-quan-ly-viec-thuc-hien-quy-dinh-ve-day-them-hoc-them-post404099.html
Komentar (0)