Bapak Nguyen Quang Dong, Direktur Institut Penelitian Kebijakan dan Pengembangan Media, berbicara di Forum tersebut. (Foto: Duc Anh) |
Bapak Nguyen Quang Dong, Direktur Institute for Policy Studies and Media Development (IPS), mengatakan bahwa menurut survei yang dilakukan oleh IPS, Asosiasi Jurnalis Vietnam , dan Asosiasi Komunikasi Digital Vietnam, tingkat agensi pers yang telah menerapkan AI atau berencana untuk menerapkannya meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2023, mencapai lebih dari 60% pada tahun 2024. Namun, sebagian besar penerapan AI saat ini masih berfokus pada tahap produksi konten seperti menyarankan, mengedit judul dan meringkas informasi, mengedit, memeriksa ejaan, membuat gambar/video, atau menerjemahkan.
Penerapan AI dalam kegiatan riset lanjutan atau untuk melayani permasalahan bisnis dan menganalisis perilaku pembaca masih sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa fokusnya lebih banyak pada peran individu jurnalis, alih-alih arah strategis seluruh ruang redaksi. Perangkat AI yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT, Gemini, Copilot, dan perangkat lunak internal. Biaya investasi AI untuk ruang redaksi masih sangat rendah, sebagian besar di bawah 1 juta VND/bulan atau menggunakan versi gratis.
Menurut Bapak Nguyen Quang Dong, tiga isu utama yang memengaruhi efektivitas penerapan AI di agensi pers Vietnam adalah: Fokus yang salah (berfokus pada produksi konten alih-alih berfokus pada model bisnis, memahami pembaca, dan menghasilkan pendapatan); kurangnya strategi menyeluruh (penerapan AI masih spontan, di tingkat individu atau departemen, bukan di tingkat organisasi); kurangnya sumber daya (termasuk staf keuangan dan staf yang ahli dalam AI). Mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data perilaku pembaca untuk mempersonalisasi konten juga merupakan tantangan besar.
Sesi diskusi “Kecerdasan Buatan dan Strategi Transformasi Digital Kantor Pers Vietnam” dalam Forum Pers Nasional 2025. (Foto: Duc Anh) |
Menurut Bapak Nguyen Quang Dong, untuk mengatasi tantangan saat ini, agensi pers perlu menerapkan pendekatan kecerdasan buatan secara komprehensif dan strategis. Penerapan AI tidak hanya untuk mengoptimalkan proses produksi berita, tetapi juga merupakan alat penting untuk menarik, mempertahankan pembaca, dan memperluas sumber pendapatan baru di tengah menurunnya periklanan tradisional, yang menyebabkan peralihan lalu lintas dari mesin pencari ke platform AI sintetis. Setiap ruang redaksi perlu mengembangkan strategi menyeluruh untuk penerapan AI, termasuk rencana investasi teknologi, proses organisasi produksi, dan kebijakan internal yang jelas. Selain itu, manajemen risiko dan penerapan etika dalam penggunaan AI merupakan persyaratan wajib. Bapak Dong juga mengusulkan agar Asosiasi Jurnalis Vietnam mengeluarkan seperangkat aturan penggunaan AI yang bertanggung jawab, sebagai dasar orientasi umum bagi seluruh industri pers.
Menurut Bapak Le Anh Dung, Wakil Direktur Teknologi di Got It Vietnam, pengembangan dan pemeliharaan model AI membutuhkan sumber daya yang besar, baik dari segi perangkat keras maupun tim peneliti. Beliau menyarankan arah yang lebih memungkinkan adalah menggunakan layanan dari perusahaan teknologi besar untuk menghemat biaya dan memastikan pembaruan teknologi baru.
Di akhir diskusi, para ahli sepakat bahwa hambatan terbesar saat ini bukanlah perangkatnya, melainkan cara pers menghadapi masalah pembangunan. Hanya ketika pemikiran strategis dan investasi yang tepat dibangun, pers dapat beradaptasi, bertransformasi secara efektif, dan berkembang berkelanjutan di era kecerdasan buatan.
Sumber: https://thoidai.com.vn/ung-dung-ai-trong-bao-chi-can-tu-duy-chien-luoc-214349.html
Komentar (0)