Kompetisi ASEAN Cyber Shield, yang diadakan sebagai bagian dari Pekan Digital Internasional Vietnam, menampilkan dua kategori bagi tim TI dari negara-negara di kawasan ini untuk bersaing.
| Kompetisi tahun ini diikuti oleh 37 tim dari 10 negara ASEAN, dengan Vietnam memenangkan hadiah pertama di dua kategori kompetisi keamanan siber ASEAN Cyber Shield ke-2. (Sumber: Vietnamnet) |
Pada sore hari tanggal 22 November, di Kota Ha Long, Badan Keamanan Internet Korea (KISA) mengadakan upacara penutupan dan memberikan hadiah untuk kompetisi keamanan siber ASEAN Cyber Shield (ACS) ke-2.
Kompetisi ACS ke-2 diselenggarakan pada tanggal 19-22 November di Kota Ha Long dengan diikuti oleh 37 tim dari 10 negara ASEAN, yang menyediakan platform bagi talenta di bidang keamanan siber untuk menunjukkan kemampuan mereka, sekaligus mempromosikan inovasi dan kerja sama di kawasan ASEAN.
Dalam kompetisi ACS ke-2, Vietnam mengirimkan 3 tim dari Akademi Teknik Kriptografi, Universitas Teknologi Informasi (Universitas Nasional Vietnam Kota Ho Chi Minh ) dan Universitas Duy Tan.
Di akhir kompetisi, tim dari Universitas Teknologi Informasi (Universitas Nasional Vietnam Kota Ho Chi Minh) berhasil meraih juara pertama di kategori Umum dan juara pertama di kategori Mahasiswa. Akademi Teknik Kriptografi meraih juara kedua di kategori Mahasiswa.
"Kompetisi tahun ini cukup ketat, dengan semua tim memiliki pengetahuan yang solid. Setiap tim memiliki kekuatan dan kepercayaan diri masing-masing, sehingga ini merupakan kesempatan bagi kami untuk berinteraksi dengan para profesional di bidangnya dari negara-negara tetangga. Ini adalah kompetisi yang bermanfaat dan seharusnya lebih sering diadakan," kata peserta Nguyen Duy Huy (Tim dari Universitas Teknologi Informasi, Universitas Nasional Vietnam, Kota Ho Chi Minh).
ACS adalah kompetisi yang bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan talenta keamanan siber di ASEAN melalui kerja sama internasional antara Korea Selatan dan negara-negara ASEAN.
Setiap negara ASEAN dapat berpartisipasi dengan maksimal 4 tim, yang masing-masing terdiri dari 4 orang, dan akan menerima dukungan finansial dari program tersebut.
Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori: Umum dan Mahasiswa. Kategori Umum mencakup peserta dari perusahaan atau universitas (tidak harus mahasiswa), sedangkan kategori Mahasiswa terdiri dari mahasiswa yang saat ini belajar di universitas di ASEAN.
Sumber






Komentar (0)