Terkejut, sesak napas, dan anggota tubuh gemetar merupakan tanda-tanda memburuknya penyakit tangan, kaki, dan mulut yang muncul 2 hingga 5 hari setelah terinfeksi virus, yang dapat menyebabkan kematian.
Pusat Pengendalian Penyakit Kota Ho Chi Minh (HCDC) mencatat lebih dari 1.670 kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut tahun ini. Pekan lalu saja, kota ini mencatat 157 kasus. Khususnya, kemunculan kembali varian Enterovirus 71 (EV71) yang menyebabkan penyakit parah dan kematian. Kota Ho Chi Minh telah mencatat kematian pertama yang diduga akibat komplikasi penyakit ini.
Dr. Nguyen Thi Hanh Le, Wakil Kepala Departemen Pediatri, Rumah Sakit Umum Tam Anh, Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa tahap awal penyakit tangan, kaki, dan mulut berlangsung 1-2 hari dengan gejala seperti demam ringan, kelelahan, sakit tenggorokan, kehilangan nafsu makan, dan diare beberapa kali sehari. Setelah itu, tubuh mulai mengalami lepuh dan ruam di mulut atau di tangan dan kaki.
Lebih dari 90% anak yang terkena penyakit tangan, kaki, dan mulut (HCM) akan pulih setelah 7-10 hari infeksi. Namun, 5% anak yang terkena penyakit tangan, kaki, dan mulut masih mengalami komplikasi serius, yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. HCM dapat diobati secara rawat jalan, tetapi orang tua perlu memantau 3 tanda peringatan penyakit parah dan segera membawa anak mereka ke rumah sakit.
Terkejut
Menurut Dr. Hanh Le, terkejut merupakan salah satu dari tiga gejala parah yang umum terjadi pada penyakit tangan, kaki, dan mulut. Ini merupakan tanda bahwa anak telah terinfeksi neurotoksin. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti ensefalitis, ensefalitis batang otak, meningitis, ensefalomielitis, dan sebagainya.
Deteksi dini tanda-tanda "kaget dan pusing" sangatlah penting. Orang tua harus memperhatikan ketika anak mereka yang menderita penyakit tangan, kaki, dan mulut mulai merasa pusing saat berbaring (berbeda dengan kondisi di mana anak berguling-guling dan menangis). Khususnya:
Bayi akan terkejut segera setelah tertidur, mengangkat tangan dan kakinya, membuka mata untuk melihat ke atas, lalu menutupnya dan tertidur. Dalam kasus yang parah, bayi akan terkejut terus-menerus atau bahkan saat tidur nyenyak. Dalam banyak kasus, bayi akan terkejut segera setelah berbaring telentang.
Anak-anak terkejut bahkan saat bermain. Orang tua harus memperhatikan apakah frekuensi anak mulai bermain meningkat seiring waktu. Jika anak mulai bermain dua kali berturut-turut dalam 30 menit, segera bawa mereka ke rumah sakit.
Penyakit tangan, kaki, dan mulut bisa berakibat fatal jika komplikasinya parah. Foto : HealthXchange
Sesak napas
Selain menyebabkan komplikasi pada otak, penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFM) dapat menyebabkan komplikasi pada sistem kardiovaskular dan pernapasan. Awalnya, anak-anak menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, napas cepat, mengi, retraksi dada, dan stridor. Jika lebih parah, anak-anak dapat mengalami edema paru akut, yang menyebabkan kesulitan bernapas, kulit pucat, rales basah di paru-paru, dan darah atau busa merah muda di dalam tabung endotrakeal.
"Anak-anak yang mengalami kesulitan bernapas kemungkinan besar menderita gagal jantung dan gangguan hemodinamik. Kesulitan bernapas dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan intervensi medis , ventilasi mekanis, atau intubasi. Segera setelah Anda melihat anak Anda mengi, menangis, atau kesulitan bernapas, segera bawa mereka ke rumah sakit," saran Dr. Hanh Le.
Menggoyangkan anggota badan
Anak-anak dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFM) mungkin mengalami demam tinggi, kelelahan, muntah, dan kemudian mengalami gejala tremor pada anggota badan. Orang tua mungkin bersikap subjektif dengan tanda ini, berpikir bahwa anak-anak dengan gizi kurang mungkin mengalami tremor, atau demam tinggi yang menyebabkan menggigil. Namun, jika anak-anak mengalami tremor, tremor tubuh, duduk tidak stabil, sempoyongan, atau yang lebih serius, kelemahan pada lengan atau kaki, ini merupakan tanda peringatan bahwa anak tersebut berisiko mengalami perkembangan yang parah. Tremor atau kelemahan pada anggota badan dapat disebabkan oleh komplikasi neurologis. Jika tidak ditangani sejak dini, anak dapat mengalami kelemahan jangka panjang. Terapi fisik diperlukan agar dapat bergerak.
Dr. Hanh Le mencatat bahwa ketika anak-anak sakit, orang tua cenderung berasumsi bahwa penyakit tersebut jinak. Tanda-tanda seperti rewel, muntah, dan sulit tidur adalah hal yang normal. Namun, orang tua tidak boleh mengabaikan tanda-tanda bahwa anak-anak mereka kurang tidur, sulit tidur, terkejut, atau lesu. Sekalipun anak-anak menunjukkan gejala-gejala ini, mereka tetap harus memeriksakan diri ke dokter. Ini bisa menjadi tanda-tanda peringatan komplikasi meningitis.
Penyakit tangan, kaki, dan mulut dapat menjadi parah dan menyebabkan kematian setelah 24 jam. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda penyakit ini untuk menghindari perkembangan yang serius, memerlukan ventilasi mekanis yang berkepanjangan, dan mempersulit pemulihan dari komplikasi.
Bila ditemukan gejala seperti demam, muntah-muntah, diare, kejang-kejang, ruam, lepuh pada tangan, kaki, mulut, orang tua perlu segera membawa anaknya ke dokter.
Kebijaksanaan
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)