Terlalu banyak lemak jahat
Terlalu banyak lemak, terutama lemak trans dan lemak jenuh, dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan pria, termasuk memengaruhi kesehatan kardiovaskular, meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan memengaruhi fungsi reproduksi.
Penelitian menunjukkan bahwa pria obesitas memiliki jumlah dan kualitas sperma yang lebih rendah, sehingga memengaruhi kesuburan. Obesitas dan kondisi terkait seperti diabetes dan penyakit jantung dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Lemak trans juga dapat mengganggu daya ingat pria, sehingga meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.
Banyak kebiasaan makan yang tampaknya tidak berbahaya justru berdampak besar pada "kinerja" pria. (Foto: Eat This Not That)
Penyalahgunaan gula
Penyalahgunaan gula meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi—faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pria sudah berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan wanita, sehingga penyalahgunaan gula semakin meningkatkan risiko ini. Penyalahgunaan fruktosa meningkatkan produksi asam urat dalam darah, yang merupakan penyebab utama asam urat. Asam urat menyebabkan nyeri, artritis, dan memengaruhi kualitas hidup.
Gula, terutama fruktosa, mengurangi testosteron—hormon penting yang menentukan kesehatan seksual pria. Mengonsumsi terlalu banyak gula juga menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang semuanya merugikan "materi tersebut".
Minum terlalu banyak alkohol
Minum alkohol terlalu banyak akan membebani hati, yang menyebabkan penyakit hati seperti perlemakan hati, hepatitis, sirosis, dan kanker hati. Pria yang menyalahgunakan alkohol berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, stroke, gagal jantung, dan penyakit arteri koroner. Alkohol mengiritasi lapisan lambung dan esofagus, yang menyebabkan tukak lambung, refluks gastroesofageal, dan masalah pencernaan lainnya.
Penyalahgunaan alkohol merupakan penyebab umum berbagai masalah kesehatan pada pria. (Foto: Getty Images)
Konsumsi alkohol dalam jumlah besar meningkatkan risiko pankreatitis akut dan kronis. Alkohol dalam jumlah sedang dapat menimbulkan gairah, tetapi penyalahgunaannya akan menyebabkan banyak efek samping seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, dan ejakulasi dini.
Pria sebaiknya minum alkohol secukupnya, tidak lebih dari 2 gelas/hari.
Bergantung pada makanan olahan
Makanan olahan seringkali tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan natrium, yang berkontribusi terhadap kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Kandungan gula yang tinggi dalam banyak makanan olahan dapat menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.
Rendahnya kandungan serat dan zat aditif dalam makanan olahan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit dan kembung. Beberapa penelitian telah mengaitkan konsumsi makanan olahan yang tinggi dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker kolorektal.
Makanan olahan yang tinggi lemak jenuh dan pengawet dapat mengurangi jumlah dan kualitas sperma, sehingga memengaruhi kesuburan: Lemak tak sehat dan zat aditif dalam makanan olahan dapat memengaruhi sirkulasi darah, yang berkontribusi terhadap disfungsi ereksi. Pola makan tidak sehat yang tinggi makanan olahan dapat memengaruhi keseimbangan hormon, yang menyebabkan penurunan libido.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/4-thoughtful-food-habits-but-affect-men's-style-do-ar910114.html
Komentar (0)