Gendang perunggu Dong Son telah lama dianggap sebagai simbol gemilang peradaban padi sawah Vietnam, meninggalkan kesan mendalam di hati bangsa ini selama beberapa generasi. Muncul sejak periode Raja Hung, gendang perunggu bukan hanya produk budaya Dong Son, tetapi juga simbol interaksi antara manusia dan alam, antara masa lalu dan masa kini. Dengan ukiran halus pada permukaan gendang, gema gendang perunggu telah menyebar ke seluruh desa dan lembah, tempat peradaban padi sawah lahir dan berkembang.
Gendang perunggu yang ditemukan di tanah suci seperti Phu Tho, Thanh Hoa, dan banyak daerah lain di seluruh negeri telah menunjukkan perkembangan peradaban pertanian Sungai Merah. Gendang perunggu, selain menjadi alat musik dalam upacara keagamaan, juga memiliki makna spiritual yang mendalam dan menunjukkan kekuatan para pemimpin di masa awal pembangunan bangsa. Dalam upacara pemujaan dewa atau pertempuran untuk melindungi tanah air, suara merdu gendang perunggu telah membangkitkan semangat masyarakat, menambah kekuatan dalam perjalanan melestarikan dan memajukan identitas nasional.
Gendang perunggu Dong Son, puncak peradaban di era Raja Hung. Foto: VNA
Seni pengecoran drum perunggu Dong Son merupakan bukti nyata kecerdasan dan kreativitas masyarakat Vietnam kuno. Dengan teknik pengecoran perunggu yang sempurna, nenek moyang kita menciptakan drum dengan ukiran yang indah, yang dengan jelas mencerminkan kehidupan masyarakat Vietnam pada masa itu. Gambar-gambar yang hidup seperti bercocok tanam, berburu, memancing, beserta ritual keagamaan, menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat agraris yang maju, yang erat kaitannya dengan alam dan kepercayaan.
Tak hanya sebagai alat musik, gendang perunggu juga merupakan simbol kekuasaan dan aset berharga para pemimpin suku. Gendang besar dengan pola rumit dianggap sebagai simbol kekayaan dan kekuasaan. Ketika seorang pemimpin meninggal dunia, gendang perunggu sering digunakan sebagai benda pemakaman, menemaninya dalam perjalanan melindungi tanah airnya di akhirat , sekaligus menyampaikan nilai-nilai spiritual dari generasi ke generasi.
Naga dan Peri pada drum perunggu Phu Xuyen. Foto: luocsutocviet
Selama ribuan tahun sejarahnya, gendang perunggu Dong Son masih mempertahankan nilai-nilai budaya dan spiritualnya. Citra gendang perunggu merupakan warisan berharga masyarakat Vietnam kuno, simbol kebanggaan nasional, dan jejak mendalam dalam sejarah budaya Vietnam. Kini, gendang perunggu disimpan di museum dan dipajang di berbagai tempat, menjadi bukti nyata keberadaan dan perkembangan peradaban yang gemilang.
Khususnya, pada Festival Kuil Hung—tempat Raja Hung disembah—suara drum perunggu Dong Son bergema bak ritual sakral, melambangkan kelanjutan tradisi budaya yang telah lama ada. Dari Phu Tho , tempat lahirnya budaya Dong Son, suara drum perunggu menyebar ke mana-mana, membangkitkan kebanggaan nasional dan mengingatkan orang-orang akan akar mereka. Kegiatan ini menghormati warisan dan mengingatkan generasi mendatang akan patriotisme, pengorbanan, dan solidaritas yang telah diwariskan leluhur kita selama beberapa generasi.
Gendang perunggu Dong Son, setelah ribuan tahun, masih mempertahankan posisinya sebagai simbol gemilang peradaban padi sawah, warisan budaya tak ternilai bagi rakyat Vietnam. Gema khidmat dari gendang perunggu ini tidak hanya mencerminkan kemakmuran dan kemakmuran masa lampau, tetapi juga terus menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi mendatang untuk melestarikan dan mempromosikan nilai budaya yang berharga ini, berkontribusi dalam membangun Vietnam yang kuat dan stabil dalam arus sejarah.
Komentar (0)