(Dan Tri) - Kementerian Keuangan tengah meminta tanggapan atas rancangan Peraturan Pemerintah tentang pengurangan pajak bumi dan bangunan tahun 2025.
Rancangan Peraturan Pemerintah ini diharapkan dapat memberikan keringanan biaya sewa tanah kepada pengguna tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Undang-Undang Pertanahan yang secara langsung menyewa tanah dari Negara berdasarkan Surat Keputusan Sewa-Beli Tanah atau Surat Perjanjian Sewa-Beli Tanah atau Surat Keterangan Hak Guna Usaha Atas Tanah dan/atau Hak Milik Atas Tanah yang melekat pada tanah dari instansi Negara yang berwenang, yang mulai berlaku pada tahun 2025, berupa pembayaran biaya sewa tanah tahunan.
Ketentuan ini berlaku baik dalam hal pengguna tanah tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan atau pengurangan sewa tanah, atau telah habis masa pembebasan atau pengurangannya, maupun dalam hal pengguna tanah saat ini sedang menikmati pengurangan sewa tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan (Undang-Undang Pertanahan dan dokumen yang merinci Undang-Undang Pertanahan) dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya.
Rancangan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa sewa tanah yang dibayarkan pada tahun 2025 akan dikurangi sebesar 30% untuk pengguna tanah sesuai dengan peraturan di atas.
Pengurangan sewa tanah dihitung berdasarkan jumlah sewa tanah yang terutang untuk tahun 2025, yang dihitung sesuai dengan ketentuan undang-undang sewa tanah. Pengurangan tidak akan berlaku untuk sewa tanah yang belum dibayar dari tahun-tahun sebelum tahun 2025 dan denda keterlambatan pembayaran (jika ada).
Kementerian Keuangan mengusulkan pengurangan sewa tanah sebesar 30% pada tahun 2025 (Foto: Tien Tuan).
Dalam hal pengguna tanah menerima pengurangan sewa tanah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau/dan pengurangan ganti rugi dan pembebasan lahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang sewa tanah, maka pengurangan sewa tanah sesuai dengan peraturan perundang-undangan tersebut di atas dihitung atas jumlah sewa tanah yang terutang (jika ada) setelah dikurangi atau/dan dipotong sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa dalam Keputusan Pemerintah Nomor 233 Tahun 2024, dengan target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 8%, Pemerintah meminta Kementerian Keuangan untuk terus mengkaji dan mengusulkan kepada instansi yang berwenang kebijakan mengenai pembebasan, pengurangan, perluasan pajak, retribusi, pungutan, sewa tanah, dukungan bagi masyarakat dan dunia usaha untuk mengembangkan produksi dan berusaha yang diajukan paling lambat awal tahun 2025.
Berdasarkan usulan penurunan nilai sewa tanah tahun 2025, Kementerian Keuangan mengusulkan rancangan Peraturan Pemerintah yang mengatur penurunan nilai sewa tanah tahun 2025.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/bat-dong-san/bo-tai-chinh-de-xuat-giam-tien-thue-dat-nam-2025-20250228081357815.htm
Komentar (0)